RADARKALTIM – Menentukan skin tone dan undertone terkadang membingungkan, terutama bagi pemilik olive skin. Jenis kulit ini sering dianggap sama dengan kulit medium, padahal olive skin memiliki karakteristik tersendiri yang membuatnya berbeda.
Mengetahui undertone olive skin penting karena dapat membantu menentukan pilihan warna pakaian, rambut, hingga makeup yang terlihat lebih sesuai dengan karakter kulit.
Apa Itu Olive Skin?
Disadur dari IPSY, pakar analisis warna sekaligus penata rias profesional Bethany Brenneman menjelaskan bahwa olive skin memiliki semburat kehijauan pada permukaan kulit.
Menurut Brenneman, kulit zaitun memiliki sedikit semburat hijau pada permukaannya. Warna tersebut dapat ditemukan pada berbagai tingkat kecerahan kulit, mulai dari olive skin terang hingga gelap.
Meski demikian, olive skin bukan berarti kulit seseorang benar-benar berwarna hijau. Semburat tersebut merupakan karakter warna permukaan kulit yang dapat terlihat ketika seseorang diamati secara langsung.
Analis warna dan penata gaya pribadi Brooke Ann juga menjelaskan bahwa olive merupakan warna permukaan kulit yang terlihat ketika pertama kali mengamati seseorang.
Olive Skin Bisa Memiliki Undertone Berbeda
Pemilik olive skin tidak selalu memiliki undertone yang sama. Sebagian dapat memiliki cool undertone, sementara lainnya memiliki neutral undertone atau bahkan warm undertone.
Brenneman menyebut sebagian besar orang dengan kulit zaitun cenderung memiliki warna dasar dingin. Namun, hal tersebut bukan patokan mutlak karena undertone setiap orang dapat berbeda.
Salah satu cara sederhana untuk memperkirakan undertone adalah dengan melihat warna pembuluh darah di pergelangan tangan.
Pembuluh darah yang terlihat lebih kebiruan dapat mengindikasikan cool undertone. Sementara warna yang terlihat lebih kehijauan atau kekuningan dapat mengarah pada warm undertone.
Adapun neutral undertone biasanya lebih sulit dibedakan karena warna pembuluh darah dapat terlihat sebagai perpaduan biru dan hijau.
Warna yang Cocok untuk Olive Skin
Setelah mengetahui undertone, pemilik olive skin dapat lebih mudah memilih warna yang sesuai.
Untuk olive skin dengan kecenderungan cool tone, beberapa warna dingin seperti abu-abu, taupe, mauve, berry, dan perak dapat menjadi pilihan.
Warna-warna tersebut dinilai dapat menyatu dengan karakter alami kulit tanpa membuat wajah terlihat kusam. Pilihan warna pastel dengan nuansa dingin juga bisa menjadi alternatif bagi mereka yang tidak ingin menggunakan warna terlalu mencolok.
Dalam penggunaan makeup, warna tersebut dapat diterapkan terutama pada riasan mata dan bibir.
Sementara itu, pemilihan foundation, concealer, dan bronzer sebaiknya tetap dilakukan dengan mencocokkan warna secara langsung. Pasalnya, setiap kulit memiliki karakter dan tingkat warna yang berbeda.
Hindari Warna yang Terlalu Hangat
Pemilik olive skin dengan cool undertone juga perlu memperhatikan penggunaan warna yang terlalu hangat.
Warna seperti cokelat, koral, warna tanah, dan emas disebut dapat membuat kulit terlihat lebih kusam pada sebagian pemilik cool olive skin.
Warna hangat yang terlalu kuat juga berpotensi membuat semburat kehijauan pada kulit semakin terlihat sehingga wajah tampak lebih pucat.
Namun, bukan berarti seluruh warna tersebut harus dihindari. Pemilihan warna tetap dapat disesuaikan dengan undertone, warna rambut, dan warna mata masing-masing.
Jika masih kesulitan menentukan undertone, berkonsultasi dengan analis warna profesional dapat menjadi pilihan. Menurut Ann, menentukan undertone memang cukup membingungkan apabila dilakukan sendiri.
Dengan memahami ciri-ciri olive skin dan undertone, pemilihan warna pakaian maupun makeup dapat menjadi lebih mudah dan tepat sesuai karakter masing-masing.
