Tercatat Ada 42 Kasus HIV Baru di Bontang; Penularan dari LGBT hingga Pengguna Narkoba

Redaksi Radarkaltim
3 Min Read

BONTANG – Jumlah penderita HIV di Bontang masih terus bertambah. Pada 2025 ini Dinas Kesehatan mencatat 42 kasus baru diperoleh, walaupun masih ditemukan namun jumlah kasus menurun dalam 2 tahun terakhir.

Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Bontang, Nur Ilham mengatakan mayoritas kasus baru tahun ini masih didominasi kelompok usia produktif. “Mayoritas temuan baru ada pada usia 25 sampai 49 tahun. Ini yang terus kita waspadai,” ujarnya.

Adapun rincian temuan baru pada 2025 antara lain empat orang di atas usia 50 tahun, 29 orang usia 25 hingga 49 tahun, empat orang usia 20 hingga 24 tahun, dan lima orang usia 15 hingga 19 tahun.

Jika ditarik sejak 2016, total kasus HIV di Bontang mencapai 582 orang, terdiri dari 377 laki-laki dan 205 perempuan. Berdasarkan kelompok umur, sebanyak 70 orang berusia 50 tahun ke atas, 409 orang usia 25 hingga 49 tahun, 71 orang pada usia 20 hingga 24 tahun, serta 17 orang di rentang usia 15 hingga 19 tahun.

Baca Juga:  Polisi Sita Ratusan Botol Miras di 3 Toko Kelontong, Pemilik Terancam Denda Rp 1,5 Juta

“Dari total tersebut, 397 orang tercatat masih menjalani pengobatan, 110 orang meninggal, dan 71 orang gagal follow-up atau putus pengobatan,” terangnya.

Nur Ilham menjelaskan penularan HIV umumnya terjadi melalui hubungan seksual tidak aman, baik antara laki-laki dan perempuan maupun sesama jenis atau LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender).

Selain itu, penggunaan jarum suntik narkoba secara bergantian serta kontak darah melalui luka terbuka, donor darah, dan transfusi darah juga menjadi faktor risiko.

“Jadi HIV ini tidak menular melalui berjabat tangan, bersin, atau kontak fisik biasa. Secara garis besar melalui kontak darah dan hubungan badan,” tuturnya

Untuk melakukan pencegaha Dinkes Bontang juga aktif melakukan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS, melalui seluruh puskesmas yang menyasar pelajar SD, remaja, dewasa hingga para orang tua. Edukasi tersebut mencakup pemahaman bahaya HIV/AIDS, risiko penggunaan jarum suntik, hingga kesehatan reproduksi.

Fasilitas kesehatan disebut sudah memiliki SOP ketat terkait skrining darah, sehingga masyarakat diimbau untuk rutin melakukan pengecekan kesehatan.

“Terutama pasangan yang hendak menikah, termasuk tes sifilis, Hepatitis B, dan HIV,” ungkapnya.

Baca Juga:  Peserta MTQ Bontang Utara Protes, Hadiah Juara 1 Cuma Rp 600 Ribu Kecamatan Lain Rp 1,2 Juta

Pemberian Obat ARV

Ibu hamil juga menjadi prioritas pemeriksaan agar jika ditemukan indikasi virus dapat ditangani sejak awal. Penanganan diberikan melalui terapi antiretroviral (ART) selama kehamilan, persalinan caesar jika viral load tinggi, pemberian obat ARV untuk bayi setelah lahir, serta tidak memberikan ASI langsung jika memungkinkan.

Hingga kini belum ada obat yang bisa menghilangkan HIV secara total. Namun obat Antiretroviral (ARV) dapat menekan jumlah virus di dalam tubuh sehingga penderita dapat tetap hidup sehat dan menurunkan risiko penularan.

“Virus ini menyerang imunitas sehingga memicu komplikasi. Karena itu pengobatan ARV sangat penting agar virus tidak berkembang,” kata Ilham.

Dinkes Bontang mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan sejak dini dan menjaga perilaku aman.

“Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang penanganan yang efektif dan mencegah penyebaran kepada orang lain,” pungkasnya

Share This Article
content-ciaa-0812

Mix Parlay


yakinjp

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

Togel Online Resmi

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

news

slot mahjong ways

judi bola online

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

9001

9002

9003

9004

9005

9006

9007

9008

9009

9010

9011

9012

9013

9014

9015

10031

10032

10033

10034

10035

10036

10037

10038

10039

10040

10041

10042

10043

10044

10045

10101

10102

10103

10104

10105

10106

10107

10108

10109

10110

10221

10222

10223

10224

10225

10226

10227

10228

10229

10230

10111

10112

10113

10114

10115

10231

10232

10233

10234

10235

10236

10237

10238

10239

10240

9016

9017

9018

9019

9020

9021

9022

9023

9024

9025

9026

9027

9028

9029

9030

10046

10047

10048

10049

10050

10051

10052

10053

10054

10055

10056

10057

10058

10059

10060

10116

10117

10118

10119

10120

10121

10122

10123

10124

10125

10126

10127

10128

10129

10130

10206

10207

10208

10209

10210

10211

10212

10213

10214

10215

10216

10217

10218

10219

10220

9036

9037

9038

9039

9040

9041

9042

9043

9044

9045

10061

10062

10063

10064

10065

10066

10067

10068

10069

10070

10131

10132

10133

10134

10135

10136

10137

10138

10139

10140

10196

10197

10198

10199

10200

10201

10202

10203

10204

10205

10001

10002

10003

10004

10005

10006

10007

10008

10009

10010

10011

10012

10013

10014

10015

10016

10017

10018

10019

10020

10021

10022

10023

10024

10025

10026

10027

10028

10029

10030

10141

10142

10143

10144

10145

10146

10147

10148

10149

10150

10181

10182

10183

10184

10185

10186

10187

10188

10189

10190

10191

10192

10193

10194

10195

10071

10072

10073

10074

10075

10076

10077

10078

10079

10080

10081

10082

10083

10084

10085

10151

10152

10153

10154

10155

10156

10157

10158

10159

10160

10161

10162

10163

10164

10165

10166

10167

10168

10169

10170

10171

10172

10173

10174

10175

10176

10177

10178

10179

10180

10086

10087

10088

10089

10090

10091

10092

10093

10094

10095

10096

10097

10098

10099

10100

content-ciaa-0812