Kaltim – Rombongan Pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim dipimpin langsung oleh Ketua Ajid Kurniawan bersama jajaran pengurus. Turut hadir Ketua Panitia Pengukuhan Pengurus SPS Kaltim periode 2025–2029, Sugito. Pertemuan tersebut menjadi forum diskusi antara insan pers dan kepolisian terkait dinamika informasi yang kian cepat dan kompleks di era digital.
Dalam kesempatan itu, SPS Kaltim juga mengundang Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro untuk menjadi narasumber dalam Dialog Media yang akan digelar di Balikpapan pada 20 Mei 2026. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus SPS Kaltim dan menghadirkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai keynote speaker.
Dialog tersebut akan mengangkat isu desentralisasi fiskal dan otonomi daerah yang kini menghadapi tantangan baru akibat dinamika geopolitik global. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada daerah, termasuk Kalimantan Timur yang selama ini bergantung pada sektor sumber daya alam.
Perubahan harga komoditas, transisi energi, hingga ketidakpastian ekonomi global menjadi faktor yang memengaruhi kapasitas fiskal daerah. Meski demikian, peluang tetap terbuka melalui optimalisasi potensi daerah dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), terlebih dengan posisi strategis Kaltim sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro menyatakan kesiapannya untuk hadir sebagai narasumber dalam dialog tersebut. Ia menegaskan bahwa paradigma kerja kepolisian saat ini telah mengalami perubahan signifikan, terutama dalam menghadapi pengaruh persepsi publik.
“Penegakan hukum tidak hanya dilihat dari objeknya, tetapi juga bagaimana persepsi publik dan dampaknya terhadap stabilitas sosial,” ujarnya.
Menurut Endar, perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial, telah mengubah cara informasi diproduksi dan disebarluaskan. Saat ini, setiap individu memiliki akses untuk menyampaikan informasi secara luas yang berpotensi memicu reaksi berantai.
Ia juga mengakui bahwa berita terkait kepolisian memiliki tingkat perhatian publik yang tinggi dan kerap menjadi sorotan. Namun, kondisi tersebut dinilai sebagai indikator bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian terhadap institusi kepolisian.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Polda Kaltim memperkuat pendekatan preemtif dan edukatif, termasuk melalui kolaborasi dengan media dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. Program edukasi yang menyasar generasi muda, seperti kampanye antihoaks dan pengembangan konten positif, menjadi salah satu fokus utama.
Sementara itu, Ketua SPS Kaltim Ajid Kurniawan menegaskan bahwa kepengurusan baru tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata melalui gagasan dan edukasi publik.
Ia menyebut SPS memiliki peran strategis dalam mengangkat isu-isu penting seperti ketahanan energi, ketahanan pangan, serta posisi Kalimantan sebagai kawasan strategis nasional.
“SPS harus hadir dengan gagasan dan memberikan pemahaman kepada publik mengenai isu-isu penting,” tegasnya.
Ajid juga mengungkapkan bahwa saat ini SPS Kaltim memiliki 27 anggota media yang diseleksi secara ketat untuk menjaga kualitas organisasi. Ia menekankan pentingnya peran SPS daerah dalam proses seleksi anggota karena dinilai lebih memahami karakteristik media lokal.
Di tengah meningkatnya perhatian nasional terhadap Kaltim, Ajid melihat hal ini sebagai peluang untuk memperkuat citra daerah dan mendorong kolaborasi lintas sektor. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap dampak negatif dari derasnya arus informasi.
“Dinamika informasi harus disikapi secara seimbang. Masyarakat perlu diperkuat agar tidak mudah terpengaruh,” pungkasnya.
