BONTANG – Penanganan sampah di kawasan pesisir Kota Bontang masih dinilai belum maksimal. Hal ini terlihat dari temuan di lapangan pada Rabu (1/4) sore, di mana sampah plastik tampak berserakan di pesisir Bontang Kuala.
Sampah yang mengapung di perairan tersebut dilaporkan tidak pernah diangkut secara rutin. Ketika air laut surut, sampah justru menumpuk di tepian dan dibiarkan tanpa penanganan yang memadai.
Kondisi ini menuai keluhan dari para pengunjung. Salah satunya Anita, yang menilai tumpukan sampah tersebut mengganggu pemandangan, khususnya menuju kawasan wisata Bontang Kuala.
Mayoritas sampah yang ditemukan berupa limbah plastik. Di sisi lain, aktivitas pedagang juga terlihat di sepanjang trotoar kawasan Bontang Kuala, namun minim pengawasan dari pihak terkait. Bahkan, fasilitas tempat sampah tidak tersedia di sepanjang jalur tersebut.
“Seharusnya bisa dibersihkan. Kalau bersih, tentu lebih enak dipandang,” ujar Anita.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bontang diketahui baru melakukan penanganan sampah pesisir di beberapa titik. Salah satunya di Kelurahan Tanjung Laut Indah, tepatnya di sekitar kawasan pasar, dengan memasang jaring penahan sampah.
Melalui metode tersebut, sampah yang terkumpul akan segera diangkut oleh petugas kebersihan dan dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Meski demikian, upaya tersebut dinilai belum menjangkau seluruh kawasan pesisir, termasuk Bontang Kuala yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di kota tersebut. Kondisi ini menunjukkan perlunya penanganan yang lebih merata dan berkelanjutan guna menjaga kebersihan serta daya tarik wisata. (*)
