Bontang – Pulau Beras Basah di Kota Bontang yang dulu dikenal dengan pasir putihnya kini berubah kumuh. Pantai ini dipenuhi sampah dan jejeran terpal yang merusak pemandangan.
Beberapa wisatawan mengungkap kekecewaan dan pengalaman kurang menyenangkan ketika berkunjung. Salah satunya rombongan wisata dari Kelurahan Berbas Pantai yang terlibat cekcok dengan pemilik terpal, Rabu (25/3/2026) lalu. Video kejadian itu bahkan viral di media sosial.
Dipicu kejadian ini, akhirnya banyak netizen yang ikut membagikan pengalaman buruk saat berkunjung ke Beras Basah. Mereka menilai keindahan pulau dirusak pemandangan jejeran terpal biru yang kumuh.
“Pantai terkumuh, dari jauh aja keliatan itu terpal biru. Mana sappol pp bersihkan aja semua penjual2 juga dpantai itu kumuh,” tulis salah seorang netizen.
Parahnya lagi, terpal-terpal itu dipasang oknum yang meminta bayaran cukup tinggi. Satu terpal bahkan dibanderol dengan harga Rp200-250 ribu.
“Baru datang sudah dihadang sama punya terpal 200 ribu sampai 250 ribu. Sampai fasilitas pemerintah juga ia pungut. Kalau mau bagus setiap wekend ada satpol PP di situ,” tulis netizen lainnya.
Oknum yang memasang terpal juga disebut menguasai hampir semua lokasi teduh, alhasil para pengunjung yang membawa terpal atau tenda sendiri tidak kebagian tempat.
“Iya terpal di mana²,,mau berteduh dengan terpal sendiri di bagian yang teduh GK bisa,Krn terpal² sdh ada dimana2,” timpal netizen lainnya.
Netizen juga membandingkan kondisi pulau Beras Basah yang kumuh dengan beberapa pantai di Kawasan Muara Badak yang tertata lebih baik. Menurut mereka Beras Basah kalah telak dari sisi kebersihan, penataan, serta fasilitas.
“Masak kalah dengan Pantai di Muara badak yang dikelola perorangan,” kata Netizen.
Masyarakat meminta agar dinas terkait segera mengambil tindakan, agar insiden yang melibatkan pengunjung dengan oknum pemilik terpal tak lagi terulang.
“Harus gercep ini dinas terkait,jangan sampai ada kericuhan gara gara terpal ini.kembalikan pulau beras basah seperti dulu,karena pulau ini bukan milik perorangan!” katanya. (*)
