Persiapan menyambut Ramadhan 2026 secara lahir dan batin penting dilakukan agar ibadah puasa tidak hanya bersifat ritual, tetapi benar-benar membentuk ketakwaan. Ramadhan adalah bulan penuh berkah sekaligus medan jihad melawan hawa nafsu, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menjaga hati, lisan, dan perilaku dari hal-hal yang merusak pahala. Karena itu, Islam menganjurkan umatnya melakukan persiapan menyeluruh sebelum Ramadhan tiba.
Para ulama memaknai bulan sebelum Ramadhan sebagai masa latihan dan penyucian diri (tazkiyah), agar ibadah di bulan suci lebih berkualitas dan bermakna.
1. Meluruskan Niat dan Motivasi Ibadah
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya” (HR. Bukhari-Muslim).
Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa niat adalah ruh amal. Menyambut Ramadhan dengan niat yang ikhlas menjadi fondasi agar ibadah tidak sekadar rutinitas, tetapi bernilai di sisi Allah.
2. Menjaga Kesehatan dan Disiplin Waktu
Persiapan lahiriah mencakup kesehatan fisik dan manajemen waktu. Rasulullah SAW mencontohkan latihan melalui puasa sunnah di bulan Sya’ban, tidur teratur, dan bangun malam. Disiplin ini membantu tubuh dan jiwa siap menghadapi intensitas ibadah Ramadhan.
3. Penyucian Hati dengan Istighfar dan Muhasabah
Allah SWT berfirman, “Bertaubatlah kepada Allah agar kamu beruntung” (QS. An-Nur: 31).
Ibnul Qayyim menyebut Sya’ban sebagai bulan penyucian hati. Memperbanyak istighfar dan muhasabah membantu membersihkan hati dari iri, dendam, dan kesombongan agar cahaya Ramadhan mudah masuk.
4. Meningkatkan Ibadah Sunnah
Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ banyak berpuasa di bulan Sya’ban (HR. Bukhari). Puasa sunnah, tahajud, dan tilawah Al-Qur’an berfungsi sebagai pemanasan spiritual agar tidak kaget saat Ramadhan tiba.
5. Persiapan Fisik dan Kesehatan
Rasulullah ﷺ bersabda, “Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah” (HR. Muslim).
Menjaga pola makan, olahraga ringan, dan pemeriksaan kesehatan—terutama bagi penderita penyakit kronis—menjadi bagian penting agar puasa berjalan aman dan optimal.
6. Mengatur Keuangan dan Sedekah
Allah SWT berfirman, “Infakkanlah sebagian dari rezeki yang Kami berikan” (QS. Al-Munafiqun: 10).
Menyusun anggaran Ramadhan untuk sedekah, zakat, dan kebutuhan ibadah membantu menjaga kekhusyukan serta menghindari beban finansial di tengah bulan suci.
7. Mempersiapkan Lingkungan Sosial
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa memudahkan urusan orang lain, Allah akan memudahkannya” (HR. Muslim).
Tradisi seperti bersih-bersih masjid, munggahan, dan berbagi takjil merupakan bentuk persiapan sosial yang memperkuat ukhuwah dan semangat Tarhib Ramadhan.
8. Menambah Ilmu tentang Ramadhan
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan, Dia akan memahamkannya dalam agama” (HR. Bukhari).
Mempelajari fikih puasa, tafsir ayat-ayat Ramadhan, serta isu kontemporer membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan pemahaman yang benar.
9. Menyusun Agenda Ibadah
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya shalat itu telah ditentukan waktunya” (QS. An-Nisa: 103).
Imam Al-Ghazali menganjurkan penyusunan jadwal ibadah harian selama Ramadhan, termasuk target tilawah, dzikir, dan muhasabah, agar waktu Ramadhan tidak berlalu sia-sia. (*)
