BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang akan mengubah mekanisme penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Jika sebelumnya bantuan disalurkan secara rapel setiap tiga bulan, mulai Agustus 2026 pencairan akan dilakukan setiap bulan agar manfaatnya lebih cepat dirasakan masyarakat.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan perubahan skema tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan sosial dapat segera dimanfaatkan oleh para penerima dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Menurutnya, sistem pembayaran secara rapel dinilai kurang efektif karena masyarakat membutuhkan tambahan biaya setiap bulan, bukan setiap tiga bulan sekali. Selain itu, pencairan rutin setiap bulan diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
“Mulai bulan depan sudah dibayar per bulan. Tidak lagi dirapel,” ujar Neni.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Bontang Ahmad Yani membenarkan kebijakan tersebut. Ia menjelaskan, selama ini penyaluran BLT dilakukan secara rapel karena pemerintah masih melakukan proses penyesuaian dan validasi data penerima di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kota.
Kini proses pemutakhiran data tersebut telah selesai sehingga mekanisme penyaluran bantuan dapat diubah menjadi pembayaran bulanan sesuai arahan Wali Kota.
“Bulan depan kami cairkan per bulan,” kata Ahmad Yani, Rabu (15/7/2026).
Ia menambahkan, dalam waktu dekat Dinsos-PM juga akan mencairkan BLT untuk periode April dan Mei 2026. Karena masih menggunakan mekanisme sebelumnya, bantuan tersebut akan dibayarkan sekaligus untuk dua bulan dengan nilai total Rp600 ribu bagi setiap penerima.
“Ini penerima pencairannya dua bulan sehingga nilainya Rp600 ribu,” jelasnya.
Berdasarkan data Dinsos-PM Bontang, jumlah penerima BLT tahun 2026 mencapai 731 jiwa yang berasal dari beberapa kelompok masyarakat rentan.
Rinciannya meliputi 153 anak penyandang disabilitas, 62 anak yatim, piatu, dan yatim piatu terlantar, 293 fakir miskin, 71 lanjut usia terlantar, serta 152 penyandang disabilitas terlantar.
Pemkot Bontang berharap perubahan pola penyaluran ini dapat meningkatkan efektivitas program bantuan sosial sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok secara berkelanjutan.
