Pemkot Bontang Beri Support, Wawali Jenguk Siswa SMP Vidatra yang Mual dan Muntah Usai Santap MBG

Redaksi Wy
2 Min Read

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang turun langsung memastikan kondisi puluhan siswa dan guru SMP Vidatra yang mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin (10/8/2026).

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mendatangi Rumah Sakit Badak LNG, Senin petang, untuk melihat langsung kondisi siswa yang menjalani perawatan.

Agus mengatakan, Pemkot Bontang masih mendalami penyebab munculnya keluhan tersebut. Dinas Kesehatan (Dinkes) telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Saya prihatin atas insiden ini. Kami akan minta SPPG untuk evaluasi. Dinkes sudah ambil sampling dan akan menguji makanan tersebut,” ucap Agus Haris.

Menurut Agus, kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah. Terlebih, kasus siswa mengalami mual dan muntah setelah menyantap MBG kembali terjadi.

“Kami akan memastikan ke depannya, pengawasan akan diperketat,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 36 peserta didik dan guru SMP Vidatra, PT Badak LNG, mengalami mual hingga muntah setelah menyantap menu MBG pada Senin pagi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 orang dibawa ke RS Badak LNG untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara sebagian lainnya menjalani observasi di sekolah maupun dipulangkan.

Baca Juga:  Diskop-UKMPP Buktikan Program Wartek In On The Spot Bermanfaat Bagi Masyarakat

Informasi yang diterima awak media, keluhan mulai dirasakan peserta didik setelah menyantap menu MBG sekitar pukul 09.50 Wita.

Menu yang dibagikan terdiri dari nasi gurih, ayam suwir, tumis wortel, oseng tahu, dan buah jeruk.

Sejumlah siswa kemudian dipulangkan sekitar pukul 13.00 Wita setelah mengalami mual dan muntah saat mengikuti proses pembelajaran.

“Banyak yang mual-mual. Sekitar puluhan tadi dipulangkan. Saya makan nasi dan ayamnya. Tahu saya makan satu. Sayurnya tidak saya makan,” ucap salah seorang murid.

Kepala SMP Vidatra Solikhin membenarkan adanya siswa dan guru yang mengalami keluhan setelah menyantap MBG.

Ia mengatakan, pihak sekolah langsung melakukan mitigasi dengan mendatangkan tenaga kesehatan. Sebagian siswa dibawa ke rumah sakit, sementara lainnya mendapatkan observasi di sekolah.

“Benar, Mas. Ada dibawa ke RS LNG dan dipulangkan,” ucap Solikhin.

Share This Article