BONTANG – Hampir sepekan bertahan hidup di tengah laut, Saharuddin (39) harus berjuang melawan lapar, haus, dan keterbatasan di atas kapal ketintingnya yang rusak. Dalam kondisi terombang-ambing tanpa kepastian, nelayan asal Kelurahan Berbas Pantai itu bahkan nekat meminum air laut.
Persediaan makanan dan air minum yang dibawanya telah habis beberapa hari sebelumnya. Di tengah kondisi fisik yang terus melemah, Saharuddin tetap berupaya mengendalikan kapalnya, meski hanya bisa bergerak perlahan di perairan Muara Berau, Kecamatan Muara Badak.
Keterbatasan sinyal membuatnya sulit meminta bantuan. Namun, di tengah situasi genting itu, ia sempat memberi kabar kepada sang istri sehari sebelum akhirnya ditemukan.
Perjuangan panjang itu berakhir saat Saharuddin berhasil kembali sendiri ke daratan, Kamis (2/4/2026) siang. Ia tiba di pelabuhan RT 19 Kampung Makassar dengan kapal yang sama yang membawanya hilang.
Lurah Berbas Pantai, Hadi, mengatakan kepulangan Saharuddin menjadi momen haru bagi keluarga dan warga sekitar.
“Dia kembali sendiri. Alhamdulillah selamat,” ujarnya.
Meski selamat, kondisi Saharuddin dilaporkan menurun akibat kelelahan dan dehidrasi. Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Langsung dibawa ke RSUD untuk dicek kesehatannya,” tuturnya.
Sebagai informasi, Saharuddin dilaporkan hilang oleh sang istri sejak Jumat (2/4/2026) lalu.
