BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, resmi membuka Workshop Pembuatan Film Pendek untuk pelajar SMA dan SMK se-Kota Bontang, Senin (18/5/2026), di Gedung Mini Teater Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang.
Kegiatan yang berlangsung hingga 20 Mei 2026 tersebut diikuti sebanyak 60 pelajar dan menghadirkan materi teori hingga praktik langsung produksi film pendek secara berkelompok.
Workshop ini diinisiasi komunitas Sineas Besai Berinta sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang perfilman.
Ketua panitia, Arif Rahmatullah, mengatakan kegiatan menghadirkan enam narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi perfilman lokal maupun luar daerah.
Beberapa pemateri di antaranya Muhammad Jaya yang membawakan materi penyutradaraan, Ahmad Muslih terkait penulisan naskah, M Mulyadi tentang editing, serta Fajri Amran untuk materi fotografi.
Selain itu, hadir pula akademisi dari Universitas Jember yakni Muhammad Zamroni dan Ali Alfian.
Dalam sambutannya, Neni mengapresiasi upaya pengembangan subsektor ekonomi kreatif film, animasi, dan video yang dinilai memiliki potensi besar di kalangan generasi muda Bontang.
Menurutnya, film pendek kini bukan sekadar hiburan, tetapi juga media edukasi, ruang ekspresi kreatif, serta sarana penyampaian pesan moral kepada masyarakat.
“Melalui workshop ini saya berharap peserta tidak hanya belajar teknis pembuatan film, tetapi juga memahami pentingnya kerja sama tim, kreativitas, dan kemampuan bercerita melalui karya visual,” ujarnya.
Pemerintah berharap kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi dan kolaborasi untuk memperkuat ekosistem perfilman serta industri kreatif di Kota Bontang.
