BONTANG – Pemkot Bontang berencana merealisasikan program kota tanpa kabel di udara guna menata keindahan dan kerapian tata kota. Kelurahan Berbas Pantai dan Berebas Tengah ditunjuk sebagai proyek percontohan (pilot project).
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan seluruh kepala daerah di Indonesia mendapat arahan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memperbaiki dan menata estetika kota. Salah satu langkah yang ditekankan adalah merapikan kabel-kabel yang selama ini tampak semrawut dengan memindahkannya ke bawah tanah.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemkot Bontang bergerak cepat dengan menetapkan dua wilayah sebagai tahap awal pelaksanaan program. Berbas Pantai dan Berbas Tengah dipilih karena dinilai tidak rawan banjir, sehingga lebih memungkinkan untuk pembangunan jaringan bawah tanah.
“Tahun ini kami mulai dengan koordinasi terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan penyusunan kajian dan dokumen perencanaan,” ujar Neni.
Ia menjelaskan, Pemkot Bontang akan berkoordinasi dengan PLN untuk membahas detail teknis hingga skema pembiayaan. Langkah ini dinilai penting agar pelaksanaan program berjalan sesuai regulasi dan perencanaan yang matang.
Sebagai contoh, konsep serupa sebenarnya telah diterapkan pada pembangunan fasilitas publik di Kota Bontang. Di sepanjang Jalan MT Haryono, instalasi listrik untuk tiang lampu trotoar telah ditanam di bawah tanah sehingga tidak terlihat kabel yang membentang di udara.
“Coba lihat di MT Haryono, trotoarnya bersih tanpa kabel karena sudah kami tanam,” tambahnya.
Sebelumnya, wacana pembangunan jaringan kabel bawah tanah ini juga mendapat dukungan dari PLN Bontang. Pihak PLN menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Manager ULP PLN Bontang, Robertus Richard Laksana Lamania, mengakui pembangunan infrastruktur jaringan bawah tanah memerlukan biaya yang tidak sedikit. Selama ini, penggunaan jaringan kabel udara dinilai lebih efisien dan memudahkan perawatan, termasuk akses ke trafo tanpa harus melakukan penggalian.
Meski demikian, ia sepakat bahwa jaringan bawah tanah dapat mempercantik wajah kota karena tidak lagi menampilkan kabel yang melintang di udara.
“Selama keinginan Pemkot Bontang matang dan sesuai regulasi, kami akan mendukung. Namun untuk sementara, jaringan kabel di udara masih lebih efisien dan mudah dalam perawatan,” ujar Robertus belum lama ini. (*)
