BONTANG – Pelaksanaan Program Kartu Bontang Pintar (KBP) yang semula dijadwalkan bergulir pada awal tahun 2026 dipastikan mengalami penundaan. Pemerintah Kota Bontang masih melakukan penyempurnaan mekanisme penganggaran sebelum program tersebut direalisasikan.
Penyesuaian kondisi fiskal daerah menjadi salah satu alasan utama penundaan ini. Karena itu, proses penganggaran dinilai perlu difinalisasi agar pelaksanaan program bisa berjalan optimal.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, menyebut bahwa KBP tetap menjadi program prioritas sesuai arahan wali kota.
“Sudah ada instruksi dari wali kota agar program ini tidak dihapus. KBP tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari sisi perencanaan, kerangka anggaran program tersebut sebenarnya telah disiapkan. Namun, pemerintah masih mengkaji kesiapan pendanaan sekaligus menentukan besaran bantuan yang akan diberikan kepada penerima.
“Struktur anggarannya sudah ada, tinggal pengisian. Nominal bantuan masih dalam pembahasan, sehingga pelaksanaannya ditunda sementara,” jelasnya.
Program KBP sendiri merupakan bantuan tunai pendidikan yang ditujukan bagi pelajar mulai dari PAUD hingga SMA. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sekolah seperti LKS, alat tulis, dan perlengkapan lainnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa program Kartu Bontang Pintar tetap akan dijalankan. Hanya saja, waktu pelaksanaannya masih menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
“Program ini tetap berjalan karena menjadi prioritas, hanya waktunya yang diselaraskan,” tegasnya.
