Bontang – Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Bontang, pada Kamis siang. Intensitas panas yang tinggi serta kondisi semak belukar yang mengering menjadi faktor utama penyebab api cepat menyebar di dua lokasi berbeda.
Kepala Pelaksana BPBD Bontang Usman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan risiko kebakaran lahan di wilayah tersebut.
“Semak belukar yang kering dan menumpuk sangat mudah terbakar, apalagi dengan kondisi panas dan angin kencang,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD, luas lahan yang terbakar di titik pertama mencapai sekitar 0,25 hektare. Sementara di lokasi kedua, api melahap area seluas 0,69 hektare.
Dalam upaya pemadaman, BPBD Bontang mengerahkan personel gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran (Damkar), TNI, Polri, serta relawan.
“Kami turunkan personel dan dibantu Damkar, TNI, Polri, serta relawan untuk mempercepat proses pemadaman,” jelas Ismail.
Ia menambahkan, proses pemadaman relatif lebih mudah dilakukan karena lokasi kebakaran berada di pinggir jalan, sehingga akses menuju titik api tidak mengalami kendala berarti. Hal ini berbeda jika kebakaran terjadi di dalam kawasan hutan yang sulit dijangkau.
Meski demikian, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca panas dan angin kencang sangat berpotensi mempercepat penyebaran api dan memperparah kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena risikonya sangat besar di kondisi seperti sekarang,” tegasnya.
BPBD berharap kesadaran masyarakat meningkat guna mencegah terjadinya kebakaran serupa, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
