BONTANG – Aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 1 Bontang kini kembali berjalan normal setelah gedung baru senilai Rp3,4 miliar resmi digunakan pada tahun ajaran 2026. Pembangunan yang dibiayai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang itu menghadirkan tambahan fasilitas yang memperkuat kapasitas sekolah.
Gedung baru tersebut terdiri dari 12 ruang kelas yang dibangun tiga lantai dan dilengkapi fasilitas toilet di setiap lantai. Selain itu, area sekolah juga ditata melalui pemasangan paving block untuk menunjang kenyamanan lingkungan belajar.
Kepala SMPN 1 Bontang, Riyanto, mengatakan saat ini sekolah memiliki total 27 ruang kelas. Namun, dua ruangan akan dialihfungsikan sebagai ruang multimedia guna mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
“Dari total itu, dua kelas kami gunakan untuk multimedia. Selebihnya sudah mencukupi untuk kebutuhan rombongan belajar,” ujarnya.
Untuk tahun ajaran 2026, SMPN 1 Bontang membuka 25 rombongan belajar (rombel), terdiri dari sembilan rombel kelas VII serta masing-masing delapan rombel untuk kelas VIII dan IX.
Dengan kapasitas ideal 33 siswa per kelas, sekolah mampu menampung hingga 297 siswa baru. Jumlah tersebut disesuaikan dengan ukuran ruang kelas berukuran 7×9 meter agar proses pembelajaran tetap nyaman dan efektif.
“Kalau terlalu padat, tentu tidak efektif untuk pembelajaran,” kata Riyanto.
Dari sisi tenaga pendidik, SMPN 1 Bontang juga memastikan kebutuhan guru masih terpenuhi. Sekolah bahkan menjalin kerja sama dengan SMP Monamas sebagai sekolah mitra untuk mengantisipasi kebutuhan tenaga pengajar.
“Kalau ada kekurangan tenaga pengajar bisa saling bantu. Kami juga bisa mengirim guru ke sekolah mitra,” tambahnya.
Dengan bertambahnya fasilitas dan ruang belajar yang lebih memadai, SMPN 1 Bontang optimistis kualitas kegiatan belajar mengajar akan semakin meningkat dan mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih maksimal bagi para siswa.
