BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang menetapkan Rusunawa Kelurahan Guntung sebagai titik kumpul evakuasi apabila terjadi bencana industri di kawasan Bontang Utara.
Penetapan lokasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan industri, sehingga proses evakuasi dapat berjalan lebih cepat saat kondisi darurat.
Kepala BPBD Bontang, Usman, mengatakan pihaknya telah memasang plang penunjuk di kawasan Rusunawa Guntung agar masyarakat mengetahui lokasi yang harus dituju ketika sirene atau peringatan darurat dibunyikan.
Menurutnya, Rusunawa Guntung dipilih karena berada di lokasi yang dinilai aman dan mudah dijangkau oleh warga maupun pekerja di sekitar kawasan industri.
“Kalau terjadi apa-apa di sana, titik kumpulnya sudah kami tentukan di Rusunawa Guntung. Plangnya juga sudah kami pasang,” ujar Usman saat mengikuti rapat pembahasan Raperda tentang Penyelenggaraan Bencana Industri.
Ia menjelaskan, dalam skema evakuasi, masyarakat terlebih dahulu diarahkan menuju titik kumpul di Rusunawa Guntung. Setelah seluruh warga berhasil dikumpulkan, BPBD bersama instansi terkait dan pihak perusahaan akan melanjutkan proses evakuasi ke lokasi yang lebih aman apabila situasi mengharuskan.
“Setelah dari Rusunawa, BPBD akan mengerahkan kendaraan, termasuk memanfaatkan armada milik perusahaan jika diperlukan,” jelasnya.
Apabila kondisi darurat berlangsung dalam skala besar, masyarakat selanjutnya akan dievakuasi ke wilayah yang lebih aman di Kabupaten Kutai Timur.
Usman berharap keberadaan titik kumpul yang telah dilengkapi plang penunjuk dapat mempercepat proses evakuasi sekaligus meminimalkan risiko korban apabila sewaktu-waktu terjadi bencana industri.
“Dengan adanya titik kumpul ini, masyarakat sudah mengetahui jalur dan lokasi evakuasi sehingga tidak kebingungan saat terjadi keadaan darurat,” pungkasnya.
