SAMARINDA – Tim SAR gabungan berhasil menemukan Noval (13), anak yang dilaporkan tenggelam di Sungai Makroman, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Sabtu (20/6/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang saat berenang bersama teman-temannya.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, mengatakan peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 Wita. Saat itu Noval bersama lima rekannya sedang mandi dan berenang di Sungai Makroman, tepatnya di Jalan Pembangunan RT 10, Kelurahan Makroman.
Menurut Aries, kondisi sungai saat kejadian sedang pasang dengan arus yang cukup deras. Korban diduga terseret arus hingga masuk ke bagian sungai yang lebih dalam dan tidak mampu menyelamatkan diri.
“Korban berenang bersama beberapa temannya ketika kondisi sungai sedang pasang. Diduga korban terseret arus dan tenggelam,” ujar Aries.
Lima teman korban berhasil menepi dan menyelamatkan diri. Namun Noval tidak lagi terlihat di permukaan air. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan pencarian secara mandiri sebelum tim SAR tiba di lokasi.
“Teman-temannya berhasil ke tepi sungai, sementara korban hilang dari pantauan. Warga sempat melakukan pencarian awal,” katanya.
Laporan kejadian kemudian diterima Pos SAR Samarinda sekitar pukul 08.40 Wita dari relawan Destana Makroman. Tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan.
Setibanya di lokasi, petugas dari Basarnas, BPBD, Damkar, relawan, dan warga setempat melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai. Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet, peralatan SAR air, hingga perlengkapan penyelaman.
“Pencarian dilakukan dengan menyisir area sekitar lokasi korban terakhir terlihat menggunakan berbagai peralatan SAR air,” jelas Aries.
Setelah hampir dua jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 10.25 Wita. Noval ditemukan sekitar 100 meter dari titik awal kejadian ke arah hilir sungai dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban berhasil ditemukan dan selanjutnya dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkapnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh personel SAR gabungan kemudian kembali ke satuan masing-masing setelah melakukan evaluasi operasi.
Aries juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian, termasuk relawan dan masyarakat yang turut membantu di lapangan.
Dalam operasi tersebut, Basarnas mengerahkan sejumlah peralatan pendukung seperti rescue car, rubber boat, perlengkapan SAR air, alat selam, perangkat komunikasi, serta peralatan medis. Kondisi cuaca yang cerah selama proses pencarian turut membantu kelancaran operasi hingga korban berhasil ditemukan dalam waktu relatif singkat.
“Kondisi cuaca yang baik sangat membantu proses pencarian sehingga korban dapat ditemukan lebih cepat,” tutup Aries.
