BLITAR – Kecelakaan antara kereta api dan kendaraan angkutan barang kembali terjadi. Sebuah truk bermuatan pasir tertabrak KA Dhoho di perlintasan sebidang Jalan Imam Bonjol, Blitar, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 21.35 WIB.
Insiden tersebut menyisakan kisah dramatis. Sopir dan kernet truk sempat berupaya keras menyelamatkan kendaraan mereka yang mogok tepat di atas rel sebelum akhirnya tabrakan tak terhindarkan.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Dodi Kurnia Aprianto, kejadian bermula saat truk melaju dari arah utara ke selatan. Saat hendak melintas, sirine peringatan sudah berbunyi dan palang pintu mulai tertutup. Namun karena jarak yang sudah terlalu dekat, truk tetap melanjutkan perjalanan.
Nahas, mesin truk tiba-tiba mati ketika bagian depan kendaraan sudah berada di atas rel. Menyadari bahaya, sopir Andung Guritno (39) dan kernet M Nazhri Eka (24) langsung turun dan meminta bantuan warga untuk mendorong truk keluar dari lintasan.
“Ada sekitar delapan orang yang ikut mendorong, tapi truk tidak bergerak,” ujar Dodi.
Upaya tersebut gagal karena beban pasir yang terlalu berat. Truk tetap berada di lokasi hingga lampu lokomotif kereta terlihat mendekat dari arah barat.
Meski masinis telah berusaha mengurangi kecepatan, jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tidak bisa dihindari. Benturan keras pun terjadi dan terdengar hingga radius cukup jauh dari lokasi kejadian.
“Suaranya sangat keras, seperti ban meletus,” kata Untung, warga yang tinggal sekitar 100 meter dari lokasi.
Akibat kejadian tersebut, bagian depan truk mengalami kerusakan parah, sementara lokomotif kereta juga dilaporkan mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena sopir dan kernet berhasil menjauh sebelum benturan terjadi.
Saat ini, pihak Satlantas Polres Blitar Kota masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Sopir dan kernet yang berasal dari Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, telah dimintai keterangan sebagai saksi.
Kanit Laka Satlantas Polres Blitar Kota, Ipda Suratno, menjelaskan bahwa proses evakuasi berlangsung cukup lama karena muatan pasir harus dipindahkan terlebih dahulu ke kendaraan lain sebelum truk dapat diderek.
“Arus lalu lintas sementara dialihkan selama proses evakuasi berlangsung,” ujarnya.
Dampak dari insiden ini, perjalanan KA Dhoho sempat tertunda sekitar satu jam. Kereta tersebut kemudian kembali ke Stasiun Blitar untuk mengganti lokomotif dan tidak melanjutkan perjalanan ke arah Malang.
