Kualitas Udara Bontang Mengkhawatirkan Akibat Kembali Terdampak Kabut Asap

Redaksi Wy
2 Min Read

BONTANG – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Bontang, Kalimantan Timur, pada Senin (5/10/2026) pagi.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), kualitas udara Bontang tercatat berada di angka 82 atau masuk dalam kategori sedang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang, Heru Triatmojo, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan adanya kandungan partikel halus PM2,5 di udara Bontang.

Menurutnya, partikel tersebut diduga berasal dari kawasan yang mengalami karhutla dan terbawa angin hingga masuk ke wilayah Kota Bontang.

Heru mengatakan kondisi kualitas udara perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama karena paparan partikel halus dan asap dapat berdampak terhadap kesehatan.

“Kualitas udara saat ini cukup mengkhawatirkan untuk kesehatan. Untuk hujan itu hanya bisa mengurai partikel debu. Kalau asap ini bisa terbawa dengan angin,” kata Heru.

Heru menjelaskan, turunnya hujan tidak serta-merta membuat seluruh partikel dan asap di udara menghilang.

Hujan memang dapat membantu mengurangi partikel debu di udara, tetapi asap dan partikel lainnya masih dapat terbawa angin ke wilayah lain.

Baca Juga:  Sinergi Penanganan Karhutla Bontang, Pupuk Kaltim Salurkan Ribuan Masker hingga Extra Fooding

Karena itu, kondisi kualitas udara tetap perlu dipantau meskipun hujan turun di sejumlah wilayah.

DLH Bontang mengimbau masyarakat tetap menerapkan langkah perlindungan kesehatan, terutama ketika beraktivitas di ruang terbuka.

Salah satunya dengan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel dari udara.

Masyarakat juga diminta memantau perkembangan kualitas udara melalui informasi ISPU sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Selain melalui pemantauan secara daring, DLH Bontang menyediakan alat pemantau kualitas udara yang dapat digunakan masyarakat untuk melihat kondisi udara secara langsung.

Alat tersebut dipasang di kawasan Taman Tanjung Laut.

“Selain online, warga juga dapat memantau dari Alat ISPU yang kami pasang di Taman Tanjung Laut,” imbuh Heru.

Dengan kondisi kabut asap yang kembali muncul, masyarakat diimbau tetap waspada dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.

Share This Article