Kabut Asap di Bontang Kian Menebal Sejak Pagi, DLH Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Redaksi Wy
2 Min Read

BONTANG — Masyarakat Kota Bontang diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul kualitas udara yang terpantau berada pada kategori sedang, Rabu (16/9/2026).

Berdasarkan data pemantauan pada pukul 14.00 WITA, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Bontang mencapai 72. Parameter dengan nilai tertinggi berasal dari partikulat PM2.5 yang terpantau bercampur di udara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, Heru Triatmojo, mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama jika tidak memiliki keperluan mendesak.

Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, Heru menyarankan agar menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan partikulat.

“Arti PM2.5 itu udara Bontang bercampur debu atau asap. Jadi kami imbau untuk tetap waspada,” ujar Heru.

Heru menjelaskan, meningkatnya parameter PM2.5 menunjukkan adanya partikulat berukuran sangat kecil, yang dapat berasal dari debu maupun asap dan tercampur di udara.

DLH Bontang saat ini masih melakukan identifikasi untuk mengetahui penyebab meningkatnya partikulat tersebut. Menurut Heru, kondisi ini baru terpantau terjadi di Bontang pada Rabu.

Baca Juga:  Bahaya Kabut Asap Karhutla, Kenali Gejala dan Cara Melindungi Saluran Pernapasan

“Sangat rentan jika menghirup dalam waktu lama di luar rumah. Ini kami rapat koordinasi juga. Karena kan baru terjadi di Bontang hari ini,” tuturnya.

Ia mengatakan, masyarakat perlu membatasi paparan udara luar, terutama dalam waktu lama, sembari menunggu hasil identifikasi lebih lanjut dari DLH.

DLH Bontang juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Dengan nilai ISPU 72, kualitas udara Bontang saat ini masih berada pada kategori sedang. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap paparan partikulat PM2.5, khususnya bila berada di luar ruangan dalam waktu lama.

Share This Article