Kronologi Kapal Virgo dari Surabaya hingga Terbalik Dan Perkembangan Pencarian, Basarnas Balikpapan Turun Tangan

Redaksi Wy
3 Min Read

BALIKPAPAN – Kecelakaan laut menimpa KM Virgo Transport 8 dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut dilaporkan menghadapi cuaca buruk dan gelombang besar sebelum akhirnya terbalik di perairan Laut Jawa.

KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 10.13 GMT atau 18.13 WIB dengan tujuan Banjarmasin.

Berdasarkan data kapal, terdapat 243 orang di dalam kapal yang terdiri dari 213 penumpang dan 30 kru.

Dalam perjalanan menuju Banjarmasin, kapal dilaporkan menghadapi kondisi cuaca buruk disertai gelombang besar. Sebelum komunikasi dengan kapal terputus, nakhoda sempat melaporkan bahwa kondisi kapal dalam keadaan miring.

Situasi kemudian berkembang hingga kapal dilaporkan terbalik di perairan Laut Jawa.

KM Virgo Transport 8 diketahui hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA, Minggu (13/9/2026). Laporan kecelakaan kemudian diterima Kantor SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WITA dari General Manager PT Virgo, Yoel Rihi.

Posisi terakhir kapal tercatat di koordinat 4°31’51,82″ LS dan 114°02’06,88″ BT, dengan heading 203,94 derajat. Lokasi tersebut berjarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Baca Juga:  Lowongan Kerja Besar-Besaran Segera Dibuka di Kota Bontang, Perusahaan Diminta Sediakan Kuota Warga Miskin

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Banjarmasin mengerahkan KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi kejadian.

Operasi pencarian dan pertolongan kemudian diperkuat oleh sejumlah kapal serta unsur SAR lainnya yang berada di sekitar lokasi.

Basarnas Balikpapan turut mengirimkan KN SAR Wisanggeni bersama 28 personel untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Dody Setiawan Suwondo mengatakan KN SAR Wisanggeni diberangkatkan pada pukul 14.40 WITA dengan membawa personel serta peralatan untuk mendukung pencarian di permukaan maupun di bawah air.

Hingga perkembangan operasi pada 14 September 2026, sebanyak 103 orang telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, laporan terbaru menyebut enam orang meninggal dunia, sementara sekitar 140 orang masih dalam pencarian.

Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah seiring berlangsungnya proses pencarian, evakuasi, serta identifikasi korban.

Sebelumnya, proses evakuasi dilakukan oleh sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi.

TB Mauhaw IX berhasil mengevakuasi 16 orang. Sebanyak 15 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga:  Tiga Bandar Narkoba Penyerang Polisi Hingga Gugur di Katingan Ditangkap di Kalimantan Timur

Selanjutnya, TB TCP mengevakuasi 38 orang dalam kondisi selamat. Sementara MV Haida berhasil mengevakuasi 49 orang selamat.

Jika digabungkan, jumlah korban yang berhasil dievakuasi dari tiga kapal tersebut mencapai 103 orang.

Dalam perkembangan terbaru, bangkai KM Virgo Transport 8 juga telah ditemukan dalam posisi terbalik. Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan dengan memperkuat operasi di sekitar lokasi.

Sementara itu, Menteri Perhubungan menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah pencarian dan penyelamatan seluruh korban.

Operasi SAR masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur untuk memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi.

Share This Article