BONTANG – SMP Negeri 2 Bontang mengembangkan program kokurikuler berbasis penghijauan dengan melibatkan siswa kelas 7 dan 8 secara langsung dalam kegiatan penataan lingkungan sekolah. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun keterampilan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 2 Bontang, Jumadi, mengatakan kegiatan kokurikuler tahun ini difokuskan pada praktik nyata yang memberikan manfaat bagi siswa, salah satunya melalui program penghijauan sekolah.
“Program kokurikuler saat ini kami jalankan dengan penghijauan untuk kelas 7 dan 8. Ini untuk menopang keterampilan mereka,” ujarnya.
Menurutnya, keterbatasan ruang terbuka hijau (RTH) di lingkungan sekolah justru mendorong lahirnya berbagai inovasi. Ide penghijauan tersebut muncul setelah adanya masukan dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, agar sekolah menghadirkan lebih banyak area hijau.
Sebagai solusi, siswa memanfaatkan botol plastik bekas yang diubah menjadi media tanam dan ditempatkan di depan ruang kelas. Langkah ini tidak hanya mempercantik lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang pengelolaan sampah dan daur ulang.
“Karena tidak memiliki RTH yang luas, kami berinisiatif membuat penghijauan di depan kelas. Botol plastik bekas dimanfaatkan sebagai media tanam,” jelas Jumadi.
Dalam pelaksanaannya, siswa terlibat mulai dari proses pembuatan pot, penanaman, hingga perawatan tanaman. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar.
Sementara itu, program kokurikuler dibedakan berdasarkan jenjang kelas. Jika siswa kelas 7 dan 8 difokuskan pada kegiatan penghijauan dan pengembangan keterampilan, maka siswa kelas 9 diarahkan pada penguatan akademik.
“Kelas 9 kami fokuskan untuk pemantapan materi, persiapan TKA, dan ke depan menghadapi ujian sekolah AASP,” tutup Jumadi.
