KUKAR – Pemandangan tak biasa terjadi di kawasan Danau Semayang, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar). Benih padi ditebar langsung ke dalam air danau, bukan ditanam terlebih dahulu di lahan seperti metode pertanian pada umumnya.
Aksi tersebut dilakukan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat menebar bantuan 1 ton benih padi kepada petani di kawasan Danau Semayang, Selasa (1/9/2026). Penanaman dengan cara tersebut kemudian menjadi perhatian dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Banyak yang mempertanyakan bagaimana benih padi dapat tumbuh jika ditebar langsung ke dalam air.
Namun, cara tersebut ternyata bukan sekadar percobaan. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Farid, menjelaskan teknik tersebut dikenal dengan istilah Tabela Dar, singkatan dari tanam benih langsung di dalam air.
Menurut Farid, Tabela Dar bukan merupakan metode baru. Teknik serupa sebelumnya pernah diterapkan di daerah Banjar dan tanaman padi yang ditanam menggunakan metode tersebut dapat tumbuh.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan metode penanaman padi di Danau Semayang memang tergolong unik. Namun, penerapannya bukan sekadar uji coba karena sebelumnya telah menunjukkan hasil berupa tanaman padi yang tumbuh subur.
Pemkab Kukar memperkirakan tanaman padi tersebut dapat dipanen sekitar tiga bulan setelah masa tanam. Waktu tersebut diharapkan cukup sebelum permukaan air Danau Semayang kembali mengalami kenaikan.
“Nah hitung-hitungan kita selama 3 bulan itu cukup untuk panen baru air akan naik kembali. Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa keberkahan dan hasilnya nanti dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk masyarakat, khususnya dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Semayang,” ujar Aulia.
Penerapan metode Tabela Dar di Danau Semayang menjadi salah satu pendekatan Pemkab Kukar dalam mengembangkan tanaman pangan di kawasan perairan.
Dengan memanfaatkan kondisi dan karakteristik Danau Semayang, pemerintah berharap metode tersebut dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di wilayah Semayang.
