BONTANG – Anggaran sekitar Rp3 miliar yang disebut sebagai belanja microphone DPRD Bontang pada 2025 ternyata merupakan paket pembangunan Paperless Conference System. Pengadaan tersebut mencakup sejumlah perangkat pendukung sistem konferensi digital, bukan hanya mikrofon.
Sekretaris DPRD Bontang, Yessy Waspo, mengatakan informasi mengenai pengadaan tersebut telah menimbulkan persepsi keliru karena hanya menyoroti pembelian microphone. Padahal, paket yang dibangun mencakup perangkat, instalasi hingga sistem integrasi untuk mendukung pelaksanaan rapat secara digital.
“Jadi banyak itemnya karena kami membangun sistem paperless conference. Bukan hanya mikrofon saja. Kadang informasi ini dipelintir dan memunculkan asumsi liar,” kata Yessy.
Ia menjelaskan, paket tersebut antara lain terdiri dari 27 unit monitor, mini personal computer (PC), mikrofon konferensi, layar utama, server paperless, pengendali mikrofon, sistem integrasi, meja rapat, instalasi dan commissioning. Pengadaan juga mencakup garansi, sound system, pendampingan teknisi serta pelatihan pengoperasian.
Yessy menegaskan, proses pengadaan dilakukan melalui tahapan yang berlaku. Dimulai dari penyusunan perencanaan, pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), pencantuman dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Inaproc, hingga pengadaan melalui e-Katalog.
Menurutnya, penerapan sistem tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan efisiensi administrasi rapat. Penggunaan sistem digital diharapkan dapat mengurangi kebutuhan pencetakan dokumen sekaligus membuat proses rapat lebih terdokumentasi.
Fasilitas tersebut ditempatkan di Ruang Rapat 3 Sekretariat DPRD Bontang. Pemanfaatannya tidak terbatas untuk rapat internal DPRD, tetapi juga dapat digunakan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama masyarakat.
“Penggunaannya kompleks. Jadi bukan hanya untuk internal, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Yessy menambahkan, sistem tersebut juga telah terintegrasi dengan Sistem Satu Data Indonesia (SDI). Sementara terkait aspek pengadaan, ia memastikan paket tersebut telah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Pengadaan ini sudah diperiksa langsung oleh auditor. Hasilnya tidak ada temuan dan seluruh peralatan sesuai spesifikasi,” pungkasnya.
