JAKARTA – Gangguan kepribadian narsistik atau narcissistic personality disorder (NPD) merupakan kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan rasa penting diri yang berlebihan, kebutuhan kuat untuk mendapatkan perhatian dan kekaguman, serta kesulitan memahami atau peduli terhadap perasaan orang lain.
Di balik kepercayaan diri yang terlihat sangat tinggi, seseorang dengan gangguan kepribadian narsistik dapat menyimpan keraguan mendalam terhadap nilai dirinya. Karena itu, mereka juga bisa sangat sensitif terhadap kritik, bahkan ketika kritik yang diberikan dianggap kecil oleh orang lain.
Kondisi ini berbeda dengan sekadar memiliki sifat percaya diri atau sesekali ingin dipuji. Gangguan kepribadian narsistik dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan dengan orang lain, pekerjaan, pendidikan, hingga kondisi keuangan.
Gejala Gangguan Kepribadian Narsistik
Gejala dan tingkat keparahan gangguan kepribadian narsistik dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa ciri yang dapat muncul antara lain:
1. Memiliki rasa penting diri yang berlebihan dan membutuhkan kekaguman secara terus-menerus.
2. Merasa berhak memperoleh perlakuan khusus.
3. Mengharapkan pengakuan sebagai sosok yang superior meskipun tidak memiliki pencapaian yang sesuai.
4. Membesar-besarkan pencapaian maupun bakat yang dimiliki.
5. Terobsesi dengan fantasi mengenai kesuksesan, kekuasaan, kecemerlangan, kecantikan, atau pasangan yang sempurna.
6. Menganggap dirinya lebih unggul dibandingkan orang lain.
7. Bersikap kritis dan meremehkan orang yang dianggap tidak penting.
8. Mengharapkan orang lain mengikuti keinginannya tanpa mempertanyakannya.
9. Memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
10. Kesulitan memahami atau mengakui kebutuhan dan perasaan orang lain.
11. Merasa iri kepada orang lain dan meyakini bahwa orang lain juga iri kepadanya.
12. Berperilaku arogan, sering membanggakan diri, dan terkesan sombong.
13. Bersikeras mendapatkan hal-hal yang dianggap terbaik, seperti mobil, pekerjaan, atau fasilitas tertentu.
Selain menunjukkan perilaku tersebut, penderita NPD juga dapat mengalami kesulitan ketika menghadapi kritik atau situasi yang dianggap mengancam harga dirinya.
Mereka bisa menjadi tidak sabar atau marah ketika tidak memperoleh pengakuan maupun perlakuan khusus. Sebagian juga mudah tersinggung, mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain, serta merespons kritik dengan kemarahan atau upaya merendahkan orang lain.
Gangguan ini juga dapat membuat seseorang kesulitan mengelola emosi dan perilaku, menghadapi stres, serta beradaptasi dengan perubahan. Dalam kondisi tertentu, mereka dapat menghindari situasi yang berpotensi membuatnya gagal.
Perasaan tidak mampu mencapai kesempurnaan juga dapat membuat seseorang mengalami perubahan suasana hati atau merasa tertekan. Di balik perilaku yang terlihat percaya diri, dapat tersimpan rasa tidak aman, malu, terhina, hingga ketakutan dianggap sebagai orang yang gagal.
NPD Dapat Mengganggu Hubungan Sosial
Gangguan kepribadian narsistik dapat berdampak pada hubungan dengan orang lain. Seseorang dengan NPD dapat mengalami hubungan yang bermasalah dan tidak memuaskan.
Orang-orang di sekitarnya bahkan mungkin merasa tidak nyaman ketika berada di dekatnya. Rasa kecewa juga dapat muncul ketika penderita merasa tidak mendapatkan perhatian, kekaguman, atau perlakuan istimewa yang menurut mereka layak diterima.
Karena itu, mengenali gejala NPD penting dilakukan tanpa terburu-buru memberikan label atau diagnosis kepada seseorang. Diagnosis gangguan kepribadian hanya dapat dilakukan oleh tenaga profesional kesehatan mental.
Kapan Harus Mencari Bantuan?
Seseorang dengan gangguan kepribadian narsistik mungkin tidak menyadari atau enggan mengakui adanya masalah pada dirinya. Akibatnya, mereka sering kali tidak secara langsung mencari penanganan.
Ketika akhirnya mencari bantuan, keluhan yang dirasakan bisa berkaitan dengan depresi, penyalahgunaan obat atau alkohol, maupun masalah kesehatan mental lainnya yang menyertai.
Penanganan gangguan kepribadian narsistik umumnya berpusat pada terapi bicara atau psikoterapi. Proses tersebut dapat membantu seseorang memahami kondisi dirinya, mengelola emosi dan perilaku, serta memperbaiki hubungan dengan orang lain.
Jika seseorang merasa mengalami berbagai masalah yang berkaitan dengan gejala tersebut atau merasa kewalahan oleh kesedihan maupun tekanan dalam kehidupan sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga profesional kesehatan mental dapat menjadi langkah yang tepat.
Catatan: Memiliki satu atau beberapa sifat narsistik tidak otomatis berarti seseorang mengalami gangguan kepribadian narsistik. Diagnosis membutuhkan penilaian profesional dan melihat pola perilaku secara menyeluruh.
