DPRD Bontang Minta Pertamina Pastikan Kuota Pertalite Tersalurkan, Antrean Mulai Terurai

Redaksi Radarkaltim
3 Min Read

BONTANG – DPRD Bontang meminta Pertamina memastikan seluruh kuota BBM bersubsidi, khususnya Pertalite, dapat tersalurkan kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, setelah tambahan distribusi Pertalite mulai membantu mengurai antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Winardi menilai pasokan Pertalite harus dijaga hingga seluruh kuota yang tersedia terserap masyarakat. Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir kuota BBM subsidi untuk Bontang selalu mengalami surplus.

“Jadi harus didistribusikan. Terbukti kan antrean mengular bisa perlahan terurai. Jangan sampai ada kuota kurang salur. Dua juta liter itu banyak, Pak. Itu hak kami warga Bontang,” terang Winardi.

Dorongan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Pertamina di DPRD Bontang, Senin (31/8/2026). Pertemuan itu membahas persoalan distribusi Pertalite, antrean panjang di SPBU, hingga upaya memastikan pasokan dapat diterima masyarakat secara optimal.

Pertamina sendiri telah meningkatkan distribusi Pertalite ke lima SPBU di Bontang sejak Sabtu (29/8/2026). Setiap hari, total sekitar 80 ribu liter Pertalite disalurkan ke lima SPBU tersebut.

Baca Juga:  Masuk BK hingga Beras Basah Tak Lagi Gratis, Pemkot Terapkan Tiket Masuk Mulai 1 Maret 2026

Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Patra Niaga Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut) III Fuel, Hermawan Bagus, mengatakan masing-masing SPBU memperoleh pasokan sekitar 16 kiloliter (KL) per hari. Bahkan, dua SPBU mendapatkan pasokan lebih besar hingga 24 ribu liter.

“Sejak tiga hari kami distribusi 16 KL per SPBU. Jadi ada sekitar 80 ribu liter untuk Pertalite di Bontang setiap hari,” ucap Bagus.

Penambahan pasokan tersebut mulai berdampak terhadap kondisi antrean. Meski perlahan terurai, barisan kendaraan di sejumlah SPBU masih memanjang hingga ke bahu jalan raya sehingga berpotensi mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Pertamina meminta SPBU memanfaatkan tambahan kuota tersebut dengan tetap mengikuti ketentuan penyaluran. Pengawasan terhadap operator juga diperketat menyusul temuan pelanggaran di lapangan.

“Kami minta SPBU mengawasi pekerjanya. Karena kami temukan lima SPBU, semua bermasalah yang dilakukan operatornya,” sambungnya.

Bagus menegaskan pelanggaran dalam proses penyaluran dapat berujung pada sanksi penghentian distribusi Pertalite kepada SPBU yang bersangkutan.

Berdasarkan data Pertamina, Bontang memperoleh alokasi Pertalite sebesar 24.344 KL atau sekitar 24 juta liter sepanjang 2026. Hingga Agustus, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 15 ribu KL.

Baca Juga:  Tragedi Monster Sangatta 1996: Teror Buaya Raksasa yang Menggemparkan Kalimantan Timur

Dengan tambahan pasokan yang saat ini dilakukan, Pertamina akan terus mengatur pola distribusi agar kuota yang tersedia dapat tersalurkan secara optimal hingga ke masyarakat.

“Sudah terurai di hulunya. Jadi kami mau coba mengatur distribusi sampai ke masyarakat,” pungkas Bagus.

Share This Article