Juara Lari 10K di Dompu Dapat Tiga Gelas, Orang Tua Ngamuk hingga Lempar Kaca

Redaksi Wy
3 Min Read

DOMPU – Peristiwa unik sekaligus memicu keributan terjadi dalam lomba lari 10 kilometer (10K) di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Orang tua peserta memprotes keras hadiah yang diterima anaknya setelah berhasil menjadi juara pertama.

Alih-alih mendapatkan hadiah uang seperti yang sebelumnya diumumkan, sang juara disebut hanya menerima tiga buah gelas kaca.

Protes tersebut terjadi di Kantor Camat Kilo pada Selasa (18/8/2026) dan videonya kemudian viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, seorang pria bernama Ibrahim terlihat meluapkan kekecewaannya. Anak Ibrahim diketahui menjadi juara pertama lomba lari yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ibrahim tidak terima lantaran hadiah yang diterima anaknya dinilai tidak sesuai dengan pengumuman panitia. Sebelumnya, panitia disebut menjanjikan total hadiah sebesar Rp2 juta bagi para pemenang lomba lari kategori putra dan putri.

“Lari kemarin tidak masuk akal, cuma hadiah gelas,” demikian keterangan dalam video yang beredar.

Kekecewaan Ibrahim kemudian berujung emosi. Dalam video tersebut, ia terlihat melemparkan gelas kaca ke arah Camat Kilo dan panitia.

Baca Juga:  Romansa Tanpa Label: Mengungkap Fakta Psikologis di Balik Hubungan Tanpa Status (HTS)

Beruntung, lemparan tersebut tidak mengenai orang yang dituju. Ibrahim kemudian mengambil pecahan kaca dan mengarahkannya kepada sejumlah panitia.

Situasi semakin memanas hingga terjadi adu mulut antara Ibrahim dengan Camat Kilo Rusdi. Camat bahkan terlihat memegang kerah baju Ibrahim.

Rusdi membenarkan adanya keributan tersebut. Ia mengatakan tindakannya dilakukan untuk meredam emosi orang tua peserta.

“Saya pegang baju dia itu dengan tujuan untuk meredakan emosinya dia. Bukan apa-apa,” jelas Rusdi.

Rusdi menjelaskan, ketidaksesuaian hadiah tersebut terjadi akibat miskomunikasi antara panitia dan bendahara. Dana yang semestinya digunakan untuk hadiah lomba lari disebut telah dialihkan untuk membeli hadiah bagi perlombaan lainnya.

“Berkaitan dengan itu, untuk hadiah memang sudah direncanakan oleh seksi olahraga. Tapi ternyata ada miss komunikasi antara panitia dengan bendahara,” ujarnya.

Ia memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan pada hari yang sama. Rusdi mengaku menggunakan uang pribadinya sebesar Rp2 juta untuk menutupi kekurangan hadiah para pemenang.

Langkah tersebut dilakukan agar persoalan tidak semakin panjang sekaligus menjaga nama baik Pemerintah Kecamatan Kilo.

Baca Juga:  Fakta Baru Kasus Mutilasi di Depok, Pelaku Kenal Korban Lewat Aplikasi LGBT

“Sudah saya selesaikan pada hari itu juga kemarin, tidak ada lagi yang mempersoalkan, para pemenang juga sudah menerima hadiah mereka masing-masing,” kata Rusdi.

Dengan penyelesaian tersebut, hadiah yang sebelumnya dipermasalahkan akhirnya diberikan kepada para pemenang sesuai dengan nominal yang dijanjikan.

Share This Article