BONTANG – RSUD Taman Husada Kota Bontang terus memperkuat layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), baik dari sisi fasilitas maupun kesiapan sumber daya manusia.
Berbagai ruangan disiapkan sesuai fungsi pelayanan, sementara tenaga kesehatan dibekali pelatihan kegawatdaruratan.
Kepala Ruangan IGD, RSUD Taman Husada Kota Bontang, Sri Ariyani menyampaikan bahwa unit IGD didukung 44 tenaga kesehatan, terdiri dari 16 dokter, 15 perawat, dan 11 bidan. Sebanyak 26 tenaga merupakan perawat dan bidan yang menjadi bagian dari tim pelayanan IGD.
Pun kesiapan tenaga kesehatan juga diperkuat melalui berbagai pelatihan. Beberapa perawat telah mendapatkan pelatihan triage, Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS), Advanced Cardiac Life Support (ACLS), serta Emergency Nursing Intermediate Level (ENIL).
Sementara tenaga bidan dibekali pelatihan triage, BTCLS, ACLS, serta Pertolongan Pertama Gawat Darurat Obstetri dan Neonatal (PPGDON).
“Untuk perawat sudah ada pelatihan triage, BTCLS, ACLS, ENIL. Kalau bidan ada triage, BTCLS, ACLS, kemudian PPGDON atau PKMN,” ujarnya.
Sementara sisi fasilitas, IGD memiliki sejumlah ruangan dan area pelayanan, di antaranya ruang triage, resusitasi, nonbedah, bedah, isolasi, dekontaminasi, administrasi atau pendaftaran, ruang tunggu keluarga pasien, toilet pasien dan petugas, serta area ambulans.
“Setiap fasilitas digunakan sesuai kebutuhan dan kondisi pasien, mulai dari proses pemilahan tingkat kegawatan hingga tindakan medis dan fasilitas pendukung,”tutupnya.
