BONTANG – Bayi idealnya menyusu minimal 30 menit pada satu sisi payudara agar memperoleh seluruh kandungan nutrisi dalam Air Susu Ibu (ASI), terutama lemak yang keluar pada akhir proses menyusui.
Hal itu disampaikan Dokter Umum dan Konselor Menyusui RSUD Taman Husada Kota Bontang, Siti Aisyatur Ridha, Selasa (4/8/2026).
Menurut Dokter Ridha, banyak ibu yang belum memahami bahwa kandungan ASI berubah selama proses menyusui. Pada awal menyusu, ASI yang keluar lebih banyak berupa cairan, sedangkan setelah beberapa menit berikutnya kandungan lemak mulai meningkat.
“Yang keluar pertama itu lebih banyak cairan. Setelah sekitar lima sampai sepuluh menit berikutnya baru keluar lemak ASI. Kalau diperah, terlihat seperti santan, ada bagian yang bening dan ada yang lebih kental,” ujarnya.
Karena itu, ia mengingatkan agar ibu tidak terburu-buru memindahkan bayi ke payudara sebelah lainnya. Bayi sebaiknya menyusu hingga sekitar 30 menit pada satu sisi agar mendapatkan ASI yang lebih kaya lemak.
“Minimal setengah jam. Lebih lama lebih bagus. Setelah selesai di sisi kiri misalnya, baru pindah ke sisi kanan. Pada sesi menyusui berikutnya, mulai lagi dari sisi yang terakhir agar menyusunya bergantian,” jelasnya.
Dokter Ridha menjelaskan, secara alami banyak bayi lebih nyaman menyusu di payudara kiri karena dapat mendengar detak jantung ibu yang sudah dikenalnya sejak masih berada di dalam kandungan. Meski demikian, kedua payudara tetap harus digunakan secara bergantian agar produksi ASI tetap seimbang.
Ia menambahkan, menyusui bukan sekadar memberikan ASI kepada bayi, tetapi juga membutuhkan pemahaman mengenai posisi, pelekatan, hingga durasi menyusui yang tepat.
“Bukan sekadar menyusui, tetapi harus memahami posisi, pelekatan, dan durasi. Kalau tidak, bayi bisa saja tidak mendapatkan ASI secara optimal meskipun produksi ASI ibunya sebenarnya cukup,” terangnya.
Pun kata dia, untuk membantu para ibu, RSUD Taman Husada Bontang menyediakan layanan Klinik Laktasi yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat konsultasi mengenai teknik menyusui maupun kendala selama masa menyusui.
“Kami siap membantu ibu-ibu yang mengalami kesulitan atau ingin berkonsultasi mengenai menyusui melalui Klinik Laktasi di RSUD Taman Husada,” beber Dokter Ridha.
