Empat Tahap Pemberian ASI yang Ideal, Ini Penjelasan Dokter Konselor Menyusui RSUD Taman Husada

Redaksi Radarkaltim
3 Min Read

BONTANG – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan empat tahap ideal pemberian Air Susu Ibu (ASI) untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Hal itu disampaikan Dokter Umum sekaligus Konselor Menyusui RSUD Taman Husada Bontang, Siti Aisyatur Ridha usai menjadi narasumber dalam kegiatan promosi kesehatan (promkes) memperingati Pekan ASI Sedunia, Selasa (4/8/2026).

Keempat tahapan tersebut diantaranya, Inisiasi Menyusui Dini (ASI), ASI ekslusif selama enam bulan, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) mulai usia enam bulan, serta melanjutkan pemberian ASI hingga anak berusia dua tahun.

Kata dia, tahapan pertama dimulai melalui IMD, yakni menempatkan bayi di dada ibu sesegera mungkin setelah dilahirkan. Langkah tersebut tetap dilakukan meski ASI belum langsung keluar.

“Walaupun ASI-nya belum keluar tapi, memposisikan bayi sesuai dengan prosedur tetapnya IMD atau inisiasi menyusui ini di dada ibu,” katanya.

Tahapan kedua, yakni ASI ekslusif selama enam bulan pertama kehidupan. Pada periode tersebut, bayi hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan maupun minuman lain.

Baca Juga:  Pasien Non-BPJS Bisa Jalani Tindakan di Cathlab RSUD Taman Husada, Segini Tarifnya

“ASI eksklusif itu adalah dari 0 sampai 6 bulan hanya ASI saja tidak ada makanan tambahan,” tambahnya.

Kemudian, ketika memasuki usia di atas enam bulan, bayi mulai membutuhkan makanan pendamping ASI atau disenut MPASI, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan mineral yang tidak lagi dapat dipenuhi sepenuhnya oleh ASI.

Meski begitu, kata dokter umum dan konselor menyusui ini, pemberian ASI tetap dianjurkan untuk dilanjutkan.

“Setelah 6 bulan kenalkan lah MPASI, jangan hanya mengandalkan ASI karena untuk nutrisi yang lainnya akan kurang, karena di atas 6 bulan pasti bayi membutuhkan tambahan lainnya. Terus-terang pasti butuh mineral lainnya yang belum tentu ada di ASI yang usia 6 bulan,” tegasnya.

Pun tahap terakhir adalah melanjutkan pemberian ASI hingga anak berusia dua tahun. Menurutnya, rekomendasi WHO menyebutkan menyusui hingga usia dua tahun sangat baik bagi tumbuh kembang anak. Bahkan, pemberian ASI lebih dari dua tahun tetap diperbolehkan selama kebutuhan gizi anak terpenuhi.

Melalui edukasi tersebut, RSUD Taman Husada Bontang berharap semakin banyak orang tua menerapkan empat tahapan pemberian ASI sesuai rekomendasi WHO sebagai upaya mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting sejak dini.

Baca Juga:  PAW Sudiyo Masuk Tahap Verifikasi KPU, Pelantikan Tunggu Proses Gubernur

“Kalau lebih dari dua tahun, tidak ada masalah. Yang penting kebutuhan nutrisi anak tetap tercukupi. Yang paling utama adalah enam bulan pertama harus ASI eksklusif, kemudian setelah itu diberikan MPASI sambil tetap menyusui,” tutupnya

Share This Article