SAMARINDA – Polresta Samarinda mengungkap temuan peredaran etomidate, narkotika jenis baru yang dikemas dalam cartridge vape dan kini mulai beredar di Kalimantan Timur. Dalam pengungkapan Operasi Antik Mahakam 2026, polisi menyita 58 cartridge vape berisi etomidate dari seorang tersangka yang diduga merupakan spesialis pengedar.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, kemunculan etomidate menjadi perhatian serius karena tren penyalahgunaannya terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda.
“Yang perlu kami sampaikan kepada masyarakat, sekarang mulai berkembang tren penggunaan narkotika jenis baru bernama etomidate. Bukan hanya di Samarinda, tetapi juga di Balikpapan, Bontang, Sangatta, Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya,” kata Hendri saat konferensi pers, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan pola baru dalam peredaran narkotika yang memanfaatkan perangkat vape agar lebih sulit dikenali oleh masyarakat maupun aparat.
Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda Kompol Bangkit Dananjaya menjelaskan, secara fisik vape yang mengandung etomidate hampir tidak memiliki perbedaan dengan vape biasa. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap penyalahgunaan rokok elektrik yang telah dicampur zat berbahaya tersebut.
“Alat yang digunakan sama dengan vape konvensional. Tetapi berdasarkan literatur kesehatan yang kami pelajari, pengguna vape yang mengandung etomidate biasanya mengalami kejang-kejang atau tubuh bergetar sesaat setelah menggunakannya,” ujarnya.
Efek tersebut membuat etomidate dikenal di kalangan pelaku narkoba dengan sebutan “pot getar”, mengacu pada reaksi tubuh pengguna setelah mengisap cairan yang mengandung zat tersebut.
Meski demikian, Bangkit menjelaskan bahwa asap vape etomidate tidak memberikan dampak langsung kepada orang di sekitar pengguna. Bahaya utama berasal dari cairan atau liquid yang mengandung zat narkotika tersebut.
“Berdasarkan literatur yang kami baca, asapnya tidak memberikan efek kepada orang lain. Yang berbahaya adalah cairan atau liquid yang mengandung narkotikanya,” jelasnya.
Dalam Operasi Antik Mahakam 2026, Satresnarkoba Polresta Samarinda mengungkap dua perkara narkotika. Salah satunya merupakan kasus khusus peredaran etomidate.
“Dari total barang bukti itu, ada satu kasus dengan barang bukti 58 cartridge etomidate. Pelakunya memang spesialis pengedar cartridge etomidate,” ungkap Bangkit.
Kedua tersangka diketahui berstatus sebagai karyawan swasta berdasarkan data identitas mereka. Namun hasil penyelidikan menunjukkan keduanya telah berulang kali menjalankan peran sebagai kurir narkotika.
Polisi mengungkap jaringan pengedar etomidate menggunakan pola transaksi sistem terputus atau cut out, sehingga antara kurir dan pembeli tidak pernah bertemu secara langsung.
Menurut Bangkit, para pelaku hanya menerima instruksi dari bandar melalui pesan langsung atau Direct Message (DM) Instagram. Setelah itu mereka diarahkan untuk mengambil atau meletakkan barang di titik tertentu.
“Mereka menunggu perintah dari bosnya melalui DM Instagram. Setelah itu baru diarahkan untuk meletakkan barang di lokasi tertentu, sehingga antara pembeli dan kurir tidak pernah bertemu langsung,” katanya.
Modus tersebut dinilai menyulitkan aparat dalam mengungkap jaringan di atasnya karena komunikasi dilakukan secara tertutup dan identitas bandar tidak diketahui oleh kurir.
Saat ini Satresnarkoba Polresta Samarinda masih melakukan pengembangan untuk memburu bandar yang diduga mengendalikan distribusi etomidate di Kalimantan Timur.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, jaringan yang berhasil diungkap diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan narkotika dari Jakarta hingga Medan.
Seluruh barang bukti yang disita telah berbentuk cartridge siap pakai. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya produsen atau pemasok liquid etomidate dalam jumlah besar yang menjadi sumber distribusi ke berbagai daerah.
Kapolresta Samarinda mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan vape oleh anak-anak dan remaja. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan seseorang yang menunjukkan gejala mencurigakan setelah menggunakan vape atau mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika jenis baru tersebut.
Dengan maraknya peredaran etomidate di sejumlah kota, Polresta Samarinda menegaskan akan terus memperkuat penindakan dan pengembangan kasus guna memutus jaringan peredaran narkotika yang mulai menyasar generasi muda di Kalimantan Timur.
