Dari Program Tengok Tetangga Didapati 3 Anak Terlantar di Bontang Kuala Tinggal Bersama Nenek Stroke

Redaksi Wy
3 Min Read

BONTANG – Pemerintah Kelurahan Bontang Kuala bergerak cepat menangani kasus tiga anak terlantar yang ditemukan tinggal bersama nenek mereka yang tengah menderita stroke. Penanganan dilakukan setelah pihak kelurahan menerima laporan mengenai kondisi memprihatinkan ketiga anak tersebut, termasuk adanya dua anak yang tidak lagi aktif mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Lurah Bontang Kuala, Ardiansyah, mengungkapkan laporan tersebut diterima pada Rabu (8/7/2026). Informasi awal berasal dari warga yang menyampaikan bahwa dua dari tiga anak tersebut sudah tidak rutin bersekolah.

Menindaklanjuti laporan itu, Kelurahan Bontang Kuala langsung menerjunkan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat untuk melakukan peninjauan ke lokasi tempat tinggal mereka.

Dari hasil asesmen di lapangan, diketahui bahwa ketiga anak tersebut tinggal tanpa pengasuhan orang tua setelah kedua orang tuanya bercerai. Mereka kini hanya diasuh oleh sang nenek yang kondisinya sedang sakit stroke sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun mengantar cucunya ke sekolah.

Akibat kondisi tersebut, dua anak bahkan tidak mengikuti ujian kenaikan kelas di salah satu sekolah dasar negeri karena tidak ada yang mengantar maupun mendampingi mereka.

Baca Juga:  Kursi DPRD Bontang Berpotensi Bertambah, Ini Alasannya

“Ini kami intervensi melalui program Tengok Tetangga. Kami dapati tiga anak terlantar. Orang tuanya sudah bercerai dan mereka tinggal bersama nenek yang sedang stroke,” ujar Ardiansyah.

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kelurahan Bontang Kuala menggandeng berbagai pihak agar ketiga anak tersebut mendapatkan perlindungan dan hak-haknya sebagai anak.

Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat untuk proses pendataan sekaligus menentukan langkah penanganan lanjutan.

Selain itu, kelurahan juga menggandeng Yayasan Pandu Qolby untuk memberikan pendampingan sosial kepada ketiga anak tersebut.

Menurut Ardiansyah, pemerintah tidak ingin membiarkan kondisi itu berlarut-larut karena setiap anak berhak memperoleh pendidikan, perlindungan, serta lingkungan hidup yang layak.

“Kami tidak tutup mata. Anak terlantar harus diselamatkan,” tegasnya.

Pekerja sosial Yayasan Pandu Qolby, Suratmi, mengatakan pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap ketiga anak tersebut.

Setelah seluruh proses administrasi, asesmen, dan koordinasi dengan instansi terkait selesai, ketiganya direncanakan ditempatkan di sebuah panti asuhan yang berada di kawasan Kampung Jawa.

Melalui penempatan tersebut, diharapkan mereka dapat kembali memperoleh akses pendidikan secara normal sekaligus mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak.

Baca Juga:  Perbaikan Jalan Simpang Ramayana-Tanjung Limau Dianggarkan Rp 3,2 Miliar; 30 Hari Lagi Bakal Mulus

“Nanti masuk di panti asuhan. Mereka bisa bersekolah dan mendapatkan tempat tinggal,” ujar Suratmi.

Pemerintah Kelurahan Bontang Kuala memastikan akan terus mengawal proses penanganan hingga ketiga anak tersebut memperoleh hak-hak dasarnya secara penuh, termasuk pendidikan, perlindungan sosial, serta pengasuhan yang lebih baik.

 

Share This Article