BONTANG – Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Winardi, mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang mengoptimalkan pemanfaatan laboratorium lingkungan sebagai salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja gabungan komisi DPRD bersama organisasi perangkat daerah (OPD). Menurut Winardi, laboratorium lingkungan memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi penyedia layanan pengujian bagi perusahaan yang beroperasi di Kota Bontang.
Ia menilai, sebagai daerah industri, Bontang memiliki potensi permintaan jasa uji laboratorium yang cukup tinggi. Apabila laboratorium DLH telah memenuhi standar yang dipersyaratkan, kebutuhan pengujian sampel lingkungan perusahaan dapat dilayani di daerah sehingga turut memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah.
“Coba kita bikin MoU dengan universitas. Arahkan perusahaan-perusahaan melakukan uji laboratorium di kita, itu kan pendapatan juga,” ujarnya.
Menurut Winardi, kerja sama dengan perguruan tinggi dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat kapasitas laboratorium, baik dari sisi pengembangan teknologi, peningkatan kompetensi, maupun pemenuhan standar layanan.
Selain mendukung peningkatan kualitas pelayanan, kolaborasi tersebut dinilai dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Ada potensi bisnis, ada potensi sama-sama profit,” katanya.
Menanggapi usulan tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang, Syakhruddin, menyampaikan bahwa pengembangan laboratorium hingga mampu memberikan layanan yang menghasilkan retribusi memang menjadi salah satu target yang ingin diwujudkan.
Menurutnya, potensi tersebut cukup besar, namun saat ini masih memerlukan penguatan sarana dan prasarana agar laboratorium dapat beroperasi secara optimal.
“Ini potensinya cukup besar harus diakui, tetapi juga perlu menjadi perhatian untuk kesiapan laboratorium,” jelasnya.
Syakhruddin menambahkan, dari sisi sumber daya manusia, DLH telah memiliki tenaga yang mampu mengoperasikan laboratorium. Namun, keterbatasan peralatan masih menjadi kendala utama dalam pengembangan layanan pengujian.
Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan anggaran untuk melengkapi fasilitas laboratorium sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengujian lingkungan, sekaligus membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui layanan kepada sektor industri.
“Terima kasih sudah diingatkan kembali, mudah-mudahan ini bisa didukung,” ujarnya.
