BONTANG – Sebanyak 13.753 warga Kota Bontang kembali menerima bantuan pangan dari pemerintah melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Selama periode Mei hingga Juni 2026, Perum Bulog Cabang Samarinda telah menyalurkan 275 ton beras dan sekitar 55 ribu liter minyak goreng kepada para penerima manfaat.
Kepala Perum Bulog Cabang Samarinda, Adi Yanuar, mengatakan distribusi bantuan dilakukan melalui masing-masing kelurahan di Kota Bontang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan dua liter minyak goreng per orang setiap bulan sebagai bagian dari paket bantuan pangan.
“Untuk Mei dan Juni sudah tersalurkan. Memasuki Juli nanti akan ada lagi pasokan bantuan,” ujar Adi, Kamis (2/7/2026).
Adi memastikan program bantuan pangan akan terus berlanjut pada periode berikutnya. Bulog saat ini telah menyiapkan distribusi bantuan untuk bulan Juli yang akan kembali disalurkan kepada masyarakat sesuai daftar penerima manfaat.
Menurutnya, warga cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) saat mengambil bantuan di kelurahan masing-masing sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Secara keseluruhan, Bulog telah mendistribusikan sekitar 55.000 liter minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat di Kota Bontang selama periode Mei dan Juni.
Meski sebagian besar bantuan telah tersalurkan, Bulog mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam proses distribusi.
Pada penyaluran tahap Mei dan Juni, masih ditemukan beberapa penerima manfaat yang belum mengambil bantuan sesuai jadwal sehingga menyebabkan keterlambatan penyelesaian distribusi di sejumlah titik.
Karena itu, Bulog bersama pemerintah daerah akan melakukan evaluasi sebelum penyaluran tahap berikutnya pada Juli dan Agustus 2026.
“Semuanya akan dievaluasi. Kami bertugas menyalurkan pasokan dan menyampaikan data, sedangkan teknis pembagian kepada masyarakat dilakukan melalui pemerintah kelurahan,” jelas Adi.
Bulog berharap seluruh penerima manfaat dapat mengambil bantuan tepat waktu agar proses distribusi berjalan lebih lancar dan seluruh bantuan pangan dapat segera diterima masyarakat yang berhak.
