BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang terus mempercepat peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui program Bimbingan Teknis (Bimtek) 2026. Program ini difokuskan untuk mendampingi guru yang belum memiliki sertifikat pendidik, terutama di jenjang PAUD formal.
Berdasarkan data Disdikbud Bontang, sebanyak 1.257 guru dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP telah mengantongi sertifikat pendidik. Namun, masih terdapat 111 guru Taman Kanak-Kanak (TK) yang belum tersertifikasi.
Kepala Bidang Pembina Ketenagaan Guru dan Kependidikan (GTK) Disdikbud Bontang, Ishak Karangan, mengatakan Bimtek menjadi salah satu upaya untuk membantu guru memahami proses sertifikasi serta memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
“Program Bimtek ini kami siapkan untuk memberikan informasi, pendampingan, dan bimbingan teknis bagi guru yang belum tersertifikasi agar bisa mengikuti proses sertifikasi sesuai ketentuan,” ujarnya.
Menurut Ishak, jumlah guru yang belum memiliki sertifikat pendidik paling banyak ditemukan di jenjang PAUD formal, seperti TK dan RA. Sementara di tingkat SMP, jumlah guru yang belum tersertifikasi tergolong sangat sedikit.
Ia menjelaskan, sertifikasi guru merupakan kewenangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program tersebut hanya diperuntukkan bagi guru pada satuan pendidikan formal.
“PAUD informal seperti Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), dan Tempat Penitipan Anak (TPA) tidak masuk dalam program sertifikasi. Namun mereka tetap bisa mengikuti Bimtek untuk meningkatkan kompetensi,” jelasnya.
Selain persoalan sertifikasi, Disdikbud juga menyoroti masih adanya guru PAUD yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan sarjana. Kondisi ini menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bontang.
Melalui program Bimtek 2026, Disdikbud berharap semakin banyak guru yang memenuhi syarat sertifikasi dan memiliki kompetensi yang lebih baik, sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
“Harapannya kualitas guru terus meningkat dan berdampak langsung pada mutu pendidikan di Kota Bontang,” tutup Ishak Karangan.
