Kuota Afirmasi SPMB 2026 Bontang Capai 25 Persen, Prioritaskan Siswa Kurang Mampu

Redaksi Wy
2 Min Read

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memastikan jalur afirmasi menjadi salah satu prioritas dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kebijakan ini dilakukan untuk menjamin akses pendidikan yang lebih merata bagi seluruh anak di Kota Bontang.

Dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, kuota jalur afirmasi ditetapkan sebesar 25 persen dari total daya tampung sekolah. Dari jumlah tersebut, 15 persen dikhususkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, sementara sisanya dialokasikan untuk anak guru dan tenaga kependidikan (GTK) serta jalur inklusi.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan jalur afirmasi merupakan instrumen penting dalam mewujudkan pendidikan yang adil dan inklusif.

“Prinsipnya, kami ingin memastikan seluruh anak di Bontang memiliki akses pendidikan yang setara dan berkeadilan,” ujarnya.

Untuk dapat mendaftar melalui jalur afirmasi keluarga kurang mampu, calon peserta didik wajib melampirkan dokumen pendukung yang menunjukkan keikutsertaan dalam program bantuan sosial pemerintah. Persyaratan tersebut meliputi Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), atau terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Baca Juga:  Disdikbud Bontang Lantik Dua Pejabat Baru, Perkuat Layanan Pendidikan Dan Kebudayaan

Sementara itu, bagi calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur anak guru dan tenaga kependidikan, diwajibkan melampirkan Surat Keputusan (SK) penugasan orang tua. Penempatan siswa pada jalur ini akan diprioritaskan di sekolah tempat orang tua bertugas guna memudahkan pengawasan dan pendampingan.

Disdikbud Bontang juga mengimbau para orang tua untuk menyiapkan seluruh dokumen administrasi sejak dini agar proses pendaftaran dan verifikasi dapat berjalan lancar saat tahapan SPMB resmi dibuka.

Melalui kebijakan kuota afirmasi ini, Pemerintah Kota Bontang berharap tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan karena keterbatasan ekonomi. Selain itu, sistem penerimaan siswa baru diharapkan semakin transparan, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Share This Article