BONTANG – SMP Negeri 2 Bontang menghadirkan pengalaman belajar berbeda bagi para siswanya melalui program kolaborasi dengan PT ITCI Hutani Manunggal. Sebanyak 49 siswa mengikuti Program Youth Experience yang berlangsung selama satu bulan di kawasan Sepaku pada Januari hingga Februari 2026.
Kepala SMP Negeri 2 Bontang, Siti Chusuning Khayah, mengatakan program tersebut dirancang untuk memberikan pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori di kelas dengan praktik langsung di lapangan.
“Jadi, SMP Negeri 2 bekerja sama dengan PT ITCI Hutani Manunggal. Sebanyak 49 siswa kami belajar di sana selama satu bulan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Selama mengikuti program, para siswa tidak hanya menerima materi pembelajaran, tetapi juga diperkenalkan secara langsung pada ekosistem hutan, pengelolaan lingkungan, serta konsep keberlanjutan dalam industri Hutan Tanaman Industri (HTI).
Mereka juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pelestarian hutan dan pemanfaatan teknologi modern dalam pengelolaan lahan. Berbagai teknologi yang diperkenalkan antara lain penggunaan pesawat tanpa awak (drone) hingga robot pemotong rumput yang digunakan untuk mendukung operasional di kawasan hutan.
Selain menambah wawasan tentang lingkungan dan teknologi, program tersebut juga menanamkan nilai kedisiplinan kepada peserta.
“Anak-anak tidak hanya belajar materi, tetapi juga dilatih untuk disiplin, mulai dari bangun subuh hingga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan,” jelas Chusuning.
Seluruh kebutuhan peserta selama mengikuti program difasilitasi oleh perusahaan. Para siswa ditempatkan di barak kontainer berpendingin udara yang telah disiapkan, termasuk fasilitas makan dan berbagai kebutuhan pendukung pembelajaran lainnya.
Menurut Chusuning, pengalaman belajar langsung di lapangan memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami tantangan dan peluang dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Melalui program ini, sekolah berharap siswa memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memahami peran teknologi dalam mendukung pelestarian alam.
“Semua pelajaran itu diberikan kepada anak-anak. Harapannya mereka semakin memahami pentingnya menjaga alam untuk masa depan,” tutupnya.
