BONTANG – SD Negeri 003 Bontang Utara terus memperkuat layanan pendidikan inklusif dengan menyediakan ruang khusus serta media pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus.
Kepala SDN 003 Bontang Utara, Abdillah, mengatakan sekolahnya telah menjadi pelopor sekolah inklusi di Kota Bontang sejak 2013–2014. Program tersebut dijalankan sebagai bagian dari sekolah percontohan pendidikan inklusif.
Menurutnya, fasilitas pendukung di sekolah kini sudah cukup memadai, mulai dari ruang inklusi hingga sarana pembelajaran khusus untuk membantu proses belajar siswa.
“Alhamdulillah sarana dan prasarana sudah mendukung, termasuk ruang inklusi dan media pembelajaran,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Dalam proses belajar mengajar, siswa berkebutuhan khusus tetap mengikuti pembelajaran bersama siswa reguler di kelas yang sama. Namun pada waktu tertentu, mereka mendapat pendampingan khusus di ruang inklusi menggunakan kurikulum yang telah disesuaikan.
Selain itu, sekolah juga menghadirkan inovasi aplikasi pembelajaran bernama “Sibibu” atau Sistem Informasi Belajar Inklusif. Aplikasi tersebut berisi materi pembelajaran hingga video praktik sederhana yang diperagakan langsung oleh siswa reguler.
Melalui metode itu, siswa inklusi dapat belajar dari contoh konkret, seperti cara memakai pakaian, mengikat tali sepatu, hingga aktivitas sehari-hari lainnya.
“Kami membuat video sendiri supaya anak-anak lebih mudah memahami materi melalui praktik langsung,” jelas Abdillah.
Ia menilai metode visual dan praktik langsung lebih efektif dibanding hanya memberikan materi secara teori kepada siswa berkebutuhan khusus.
“Kadang mereka kesulitan kalau hanya diberikan materi. Dengan pembelajaran praktik langsung, mereka lebih mudah memahami,” pungkasnya.
