BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menyiapkan insentif sebesar Rp500 juta bagi kecamatan dan kelurahan yang berhasil menekan angka stunting serta menangani persoalan sampah di wilayahnya.
Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni usai penandatanganan perjanjian kinerja bersama camat, lurah, dan kepala puskesmas, Kamis (21/5/2026).
Dalam arahannya, Neni menegaskan bahwa penanganan stunting dan pengelolaan sampah menjadi program prioritas pemerintah daerah yang harus dijalankan secara serius oleh seluruh perangkat daerah hingga tingkat kelurahan.
Ia bahkan meminta pejabat yang tidak mampu menjalankan komitmen tersebut agar mengundurkan diri dari jabatannya.
“Perjanjian ini diperluas. Para RT juga diberdayakan untuk ikut menjaga komitmen ini. Harusnya permasalahan ini bisa ditangani,” kata Neni.
Untuk penanganan stunting, camat dan lurah diminta memastikan pelaksanaan Operasi Timbang Serentak pada Juni 2026 berjalan maksimal. Pemerintah Kota Bontang menargetkan persoalan stunting, sampah, dan kemiskinan dapat ditekan secara bersamaan melalui kolaborasi lintas sektor.
Selain itu, kepala puskesmas juga diminta menjalin kerja sama dengan perusahaan dalam mendukung deteksi dini dan penanganan anak stunting di wilayah masing-masing.
Berdasarkan data Pemkot Bontang, jumlah anak stunting pada 2026 tercatat sebanyak 1.489 anak yang tersebar di 15 kelurahan. Meski demikian, prevalensi stunting di Kota Bontang menunjukkan tren penurunan, dari 25 persen pada 2024 menjadi 17 persen pada 2025.
Dalam upaya penanganan sampah, para lurah juga diminta membentuk Satuan Tugas Gerakan Sampahku Tanggung Jawabku (GESIT). Satgas tersebut bertugas menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah dampak buruk sampah terhadap kesehatan masyarakat.
“Pencegahan stunting dimulai dari keluarga. Pemkot Bontang memberikan satu butir telur per hari selama 53 hari. Perusahaan juga turut serta dalam penanganan stunting,” sambungnya.
Neni menegaskan, insentif Rp500 juta akan diberikan kepada kecamatan maupun kelurahan yang dinilai berhasil menurunkan angka stunting sekaligus mengurangi persoalan sampah di wilayahnya.
“Silakan bekerja maksimal. Insentif ini akan kami berikan bagi wilayah yang berhasil menurunkan sampah dan stunting,” pungkasnya.
