BONTANG – Ratusan rangka silang berbahan kayu ulin di jembatan pelabuhan Tanjung Laut, tepatnya di RT 11 Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang, dilaporkan raib diduga digerogoti pencuri.
Padahal, jembatan tersebut diketahui belum genap satu tahun digunakan oleh masyarakat. Namun kondisi konstruksi kini mulai memprihatinkan lantaran banyak bagian kayu ulin penyangga yang hilang.
Informasi ini mencuat setelah sebuah video kiriman warga beredar di media sosial pada Jumat (8/5/2026). Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah bagian rangka silang jembatan sudah kosong dan berlubang akibat kayu penyangga yang hilang satu per satu.
Warga menduga aksi pencurian itu telah berlangsung cukup lama karena jumlah kayu yang hilang mencapai ratusan bagian kecil penyangga jembatan.
“Jika dibiarkan terus hancur ini jembatan,” ucap seorang warga dalam video yang beredar.
Kondisi tersebut membuat warga khawatir terhadap keselamatan pengguna jembatan, terutama masyarakat yang setiap hari melintas menuju kawasan pelabuhan dan permukiman sekitar.
Akibat hilangnya banyak rangka penyangga, struktur jembatan disebut mulai melemah dan terancam roboh apabila tidak segera dilakukan perbaikan maupun pengamanan.
Warga berharap pemerintah serta pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan pengecekan kondisi konstruksi jembatan sekaligus menyelidiki dugaan pencurian material ulin tersebut.
Selain membahayakan keselamatan masyarakat, aksi pencurian fasilitas umum itu juga dinilai merugikan daerah karena kayu ulin dikenal memiliki nilai ekonomis tinggi dan merupakan material utama penopang konstruksi jembatan.
