BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang mendorong penguatan nilai budi pekerti sebagai langkah strategis menghadapi berbagai persoalan anak, mulai dari penyalahgunaan narkotika hingga kasus pelecehan.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa pembentukan karakter atau character building menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang tangguh di tengah tantangan sosial yang kian kompleks.
Ia menyebut, nilai budi pekerti sebenarnya bukan hal baru dalam dunia pendidikan. Namun, penerapannya perlu diperkuat kembali agar tidak hanya menjadi teori, melainkan tercermin dalam perilaku sehari-hari siswa maupun tenaga pendidik.
Menurutnya, peran guru juga harus diperluas, tidak hanya sebatas mengajar di kelas, tetapi turut membimbing kehidupan sosial siswa, bahkan di luar lingkungan sekolah. Hal ini penting untuk mengembalikan fungsi sosial guru secara utuh.
Selain itu, aspek empati menjadi perhatian utama dalam pembinaan karakter. Guru diharapkan lebih peka terhadap kondisi siswa, termasuk memahami situasi yang mereka hadapi di luar jam belajar.
Melalui penguatan budi pekerti, Disdikbud Bontang berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, empati tinggi, dan mampu bersaing di masa depan.
