BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mulai mengintensifkan upaya penanganan banjir rob yang kerap melanda kawasan Bontang Kuala. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, baru-baru ini melakukan kunjungan langsung ke Kementerian PUPR dan bertemu dengan jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga. Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Bontang mengajukan permohonan dukungan pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju kawasan Bontang Kuala.
Di hadapan pejabat kementerian, Neni menegaskan bahwa Bontang merupakan daerah penyumbang devisa negara yang cukup besar, sehingga sudah selayaknya mendapatkan perhatian dalam pembangunan infrastruktur.
“Kami ini penyumbang devisa tinggi untuk negara. Sudah sepatutnya kami mendapat dukungan, terutama untuk pembangunan jalan menuju kampung wisata bahari Bontang Kuala,” ujarnya.
Menurut Neni, banjir rob yang terjadi secara berulang telah mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus menghambat pengembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut. Padahal, Bontang Kuala merupakan salah satu destinasi unggulan di Kota Bontang.
Ia juga mengungkapkan bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi kendala utama dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur secara mandiri. Bahkan, kondisi keuangan daerah diperkirakan semakin terbatas pada tahun anggaran 2027 mendatang.
Sebelumnya, pada 2025, Pemkot Bontang sempat merencanakan pembangunan jalan layang dengan nilai mencapai Rp200 miliar. Namun, rencana tersebut terpaksa dibatalkan karena keterbatasan anggaran.
Neni menambahkan, pembangunan infrastruktur seperti peninggian jalan atau trotoar membutuhkan biaya yang sangat besar. Terlebih, sebagian ruas jalan di kawasan tersebut berstatus sebagai jalan nasional, sehingga memerlukan keterlibatan pemerintah pusat.
“Untuk peninggian jalan saja membutuhkan biaya besar, sementara itu merupakan aset jalan nasional. Kami berharap ada tindak lanjut, kasihan masyarakat jika terus terdampak,” tutupnya.
