Polisi Telusuri Investasi Bodong di Bontang, Terduga Pelaku Terkenal Sering Bantu UMKM

Redaksi Radarkaltim
4 Min Read

BONTANG – Sat Reskrim Polres Bontang melakukan penelusuran dugaan kasus penipuan berkedok investasi yang banyak memakan korban.

Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano melalaui Kasat Reskrim AKP Randy Anugrah mengatakan, sampai saat ini laporan resmi dari korban belum masuk.

Hanya saja informasi dugaan kasus penipuan itu sudah mulai terendus. Untuk itu polisi meminta korban untuk segera melaporkan.

Kemudian semua bukti kuat harap bisa disampaikan. Baik dalam bentuk pesan singkat, bukti transfer, serta identitas terduga pelaku.

“Kami coba telusuri. Korban belum laporan. Tapi kami terbuka kalau mau diadukan silahkan,” ucap AKP Randy.

Lebih lanjut polisi meminta masyarakat untuk lebih waspada, tidak terpengaruh bujuk rayu investasi yang selalu menawarkan keuntungan berlipat ganda.

“Sekarang harus Hati-hati tidak usah percaya skema investasi yang dijanjikan keuntungan besar,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Berharap mendapat keuntungan berlipat ganda, puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bontang menjadi korban dugaan penipuan.

Penipuan itu terjadi pasca pelaku usaha diajak untuk menanamkan modal untuk jasa trading yang diduga bodong.

Baca Juga:  3 Hari Berlaku di Bontang 2 Ribu Pelanggar Kena Tilang Elektronik, Begini Cara Cek Kendaraan yang Ditilang

Alif korban yang mengalami kerugian sekitar Rp70 juta berang. Alih-alih mendapat keuntungan dirinya justru harus menelan pil pahit sebab uang untuk modal raib seketika.

Awalnya, ia menerima tawaran pengelolaan modal dari seseorang berinisial DE, warga Jalan Cumi-cumi, Kelurahan Tanjung Laut, yang dikenal dermawan di kalangan pedagang.

“Tawarannya disebut eksklusif. Modal diserahkan, lalu akun trading dibuat dan dikelola oleh DE,” ujar Alif saat dihubungi, Sabtu (10/1/2026).

Dalam penawaran itu, korban dijanjikan keuntungan berlipat ganda dalam waktu tiga bulan. Kepercayaan Alif muncul karena DE dikenal kerap membeli dagangan para pelaku UMKM dan memiliki citra sebagai sosok berada di lingkungan mereka. Bahkan, tak jarang pelaku UMKM menunggu dagangannya dibeli oleh D.

Tawaran tersebut diterima Alif sejak Agustus 2025 melalui pesan langsung (DM) Instagram. Selama proses berjalan, korban diminta melakukan sejumlah setoran tambahan, termasuk biaya yang disebut sebagai pajak penarikan. Dana disetor secara bertahap hingga total mencapai Rp70 juta, termasuk uang milik istrinya.

Pengembalian modal beserta keuntungan awalnya dijanjikan pada 20 November 2025. Namun, hingga waktu tersebut tiba, korban kembali diminta menunggu dengan alasan keuntungan belum mencapai puncak. Janji pengembalian kemudian kembali diundur hingga akhir Desember 2025.

Baca Juga:  Loker Soda Ash untuk 800 Orang di Bontang Ditunda

Kecurigaan muncul setelah Alif melihat salah satu korban lain mengunggah pengalaman serupa di media sosial pada awal Januari 2026. Upaya menghubungi DE pun tidak membuahkan hasil. Akun media sosial yang sebelumnya digunakan DE juga tidak lagi ditemukan.

“Beberapa korban bahkan sempat mendatangi rumahnya awal Januari , tapi dalam kondisi terkunci,” lanjutnya.

Lanjutnya saat ini para korban telah membuat grub dengan isi sekitar 20 orang yang mengalami hal serupa.

Terpisah korban lainnya, Farah, mengaku mengalami kerugian sebesar Rp10 juta. Ia menyebut sebagian besar korban merupakan pelaku UMKM di Bontang

Dana diserahkan sejak Juli 2025 secara bertahap dengan janji pengembalian modal dan keuntungan besar.

Farah mengaku tidak menaruh curiga karena telah lama mengenal DE yang dikenal sering membantu UMKM dengan membeli dagangan mereka. Namun, rasa curiga muncul setelah janji pengembalian dana pada September 2025 tak kunjung terealisasi hingga akhir November 202

“Terakhir kami bertemu keluarganya Rabu 7 Januari lalu. Kami beri waktu tiga hari. Tapi Jumat (9/1) pagi, salah satu korban mengecek rumah itu dan sudah digembok,” ungkap Fara.

Baca Juga:  Siswa di Bontang Bakal Dapat Buku Gratis Akhir Tahun Ini, Disdik Alokasikan Anggaran Rp5,1 Miliar

Saat ini, para korban belum menempuh jalur hukum. Mereka masih mengumpulkan alat bukti sebagai syarat pelaporan

“Kami sudah berkonsultasi dengan pihak Reskrim dan diminta mengumpulkan bukti dari seluruh korban. Grup komunikasi juga sudah dibentuk,” pungkasnya. (*)

Share This Article
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

138000481

138000482

138000483

138000484

138000485

138000486

138000487

138000488

138000489

138000490

138000491

138000492

138000493

138000494

138000495

138000496

138000497

138000498

138000499

138000500

138000501

138000502

138000503

138000504

138000505

138000506

138000507

138000508

138000509

138000510

138000511

138000512

138000513

138000514

138000515

138000516

138000517

138000518

138000519

138000520

138000521

138000522

138000523

138000524

138000525

article 138000526

article 138000527

article 138000528

article 138000529

article 138000530

article 138000531

article 138000532

article 138000533

article 138000534

article 138000535

article 138000536

article 138000537

article 138000538

article 138000539

article 138000540

158000386

158000387

158000388

158000389

158000390

158000391

158000392

158000393

158000394

158000395

158000396

158000397

158000398

158000399

158000400

158000401

158000402

158000403

158000404

158000405

158000406

158000407

158000408

158000409

158000410

158000411

158000412

158000413

158000414

158000415

article 158000416

article 158000417

article 158000418

article 158000419

article 158000420

article 158000421

article 158000422

article 158000423

article 158000424

article 158000425

208000411

208000412

208000413

208000414

208000415

208000416

208000417

208000418

208000419

208000420

208000421

208000422

208000423

208000424

208000425

208000426

208000427

208000428

208000429

208000430

208000431

208000432

208000433

208000434

208000435

article 208000436

article 208000437

article 208000438

article 208000439

article 208000440

article 208000441

article 208000442

article 208000443

article 208000444

article 208000445

article 208000446

article 208000447

article 208000448

article 208000449

article 208000450

208000436

208000437

208000438

208000439

208000440

208000441

208000442

208000443

208000444

208000445

228000236

228000237

228000238

228000239

228000240

228000241

228000242

228000243

228000244

228000245

228000251

228000252

228000253

228000254

228000255

228000256

228000257

228000258

228000259

228000260

228000261

228000262

228000263

228000264

228000265

228000266

228000267

228000268

228000269

228000270

228000271

228000272

228000273

228000274

228000275

228000276

228000277

228000278

228000279

228000280

228000281

228000282

228000283

228000284

228000285

article 228000286

article 228000287

article 228000288

article 228000289

article 228000290

article 228000291

article 228000292

article 228000293

article 228000294

article 228000295

article 228000296

article 228000297

article 228000298

article 228000299

article 228000300

238000231

238000232

238000233

238000234

238000235

238000236

238000237

238000238

238000239

238000240

238000241

238000242

238000243

238000244

238000245

238000246

238000247

238000248

238000249

238000250

238000251

238000252

238000253

238000254

238000255

238000256

238000257

238000258

238000259

238000260

article 238000261

article 238000262

article 238000263

article 238000264

article 238000265

article 238000266

article 238000267

article 238000268

article 238000269

article 238000270

news-1701