BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang kembali melibatkan pelaku usaha lokal dalam program pengadaan seragam sekolah gratis pada tahun ini.
Sebanyak 600 penjahit lokal diproyeksikan turut ambil bagian dalam proses pengerjaan seragam bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah menyesuaikan kebutuhan serta mitra penyedia dalam proyek pengadaan.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan bahwa pengadaan seragam sekolah tahun ini dialokasikan anggaran sekitar Rp11 miliar dan dilakukan melalui mekanisme e-katalog. Saat ini, prosesnya masih berada pada tahap penandatanganan kontrak dengan pihak penyedia.
“Jumlah pastinya masih dalam proses, namun diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni sekitar 600 penjahit lokal yang diberdayakan,” ujarnya.
Setelah proses kontrak rampung, pihak penyedia akan segera melakukan tahapan lanjutan, termasuk pengukuran bagi siswa baru yang akan masuk jenjang SD dan SMP.
Untuk tahun ini, jumlah pengadaan seragam tingkat SMP mencapai sekitar 9.850 stel, sedangkan untuk tingkat SD sebanyak 19.970 stel. Setiap siswa akan menerima paket seragam lengkap sesuai ketentuan.
Melalui program ini, pemerintah daerah tidak hanya berupaya meringankan beban orang tua siswa, tetapi juga mendorong pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor jasa jahit.
“Semangat pemerintah adalah memberdayakan UMKM lokal agar roda perekonomian di Bontang terus bergerak,” tutup Abdu Safa Muha.
