KUTAI TIMUR – Video yang memperlihatkan bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Tepian Terap, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, muncul narasi bahwa koperasi dibangun di tengah hutan sehingga dinilai tidak berada di lokasi yang strategis.
Narasi tersebut memicu beragam komentar dari warganet. Namun, pihak pengurus koperasi bersama pemerintah desa membantah informasi tersebut dan menegaskan bahwa pembangunan koperasi telah melalui perencanaan matang berdasarkan master plan pengembangan desa.
Salah seorang pengurus Koperasi Desa Merah Putih, Bakrie, menjelaskan bahwa lokasi pembangunan bukan dipilih secara sembarangan. Lahan yang digunakan merupakan hibah dari pemerintah desa dan telah ditetapkan sebagai bagian dari kawasan pengembangan ekonomi masyarakat.
“Jadi kami sangat menyayangkan narasi yang dibangun bersifat provokatif dan menyebut lokasi koperasi tidak strategis tanpa terlebih dahulu menelusuri fakta yang sebenarnya,” kata Bakrie didampingi aparat desa, Rabu (29/7/2026).
Menurut Bakrie, area seluas sekitar dua hektare tempat berdirinya koperasi telah masuk dalam rencana pembangunan jangka panjang desa. Di kawasan tersebut nantinya akan dibangun berbagai fasilitas penunjang aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat.
Beberapa fasilitas yang direncanakan meliputi rest area, musala, toilet umum, gazebo, sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga pembangunan Pertashop untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar masyarakat dan pengguna jalan.
Ia menegaskan, konsep tersebut telah disusun jauh sebelum pembangunan koperasi dimulai sehingga keberadaan koperasi menjadi bagian dari kawasan ekonomi terpadu desa.
“Semua sudah sesuai rencana besar yang disusun pemerintah desa. Jadi bukan tiba-tiba dibangun di lokasi itu,” ujarnya.
Bakrie juga menjelaskan bahwa kawasan tersebut bukan lahan kosong tanpa perencanaan. Bersama masyarakat, pemerintah desa sebelumnya telah melakukan penanaman berbagai tanaman produktif di sekitar lokasi.
Beberapa tanaman yang telah ditanam antara lain kelapa, alpukat, kelengkeng, hingga durian. Ke depan, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang mampu menarik aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan desa.
Pengurus koperasi menilai lokasi pembangunan justru memiliki nilai strategis karena berada di jalur penghubung antara Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau.
Selain dilalui kendaraan antarwilayah, kawasan tersebut juga berada di sekitar empat perusahaan yang beroperasi di wilayah Sangkulirang. Kondisi itu diyakini akan menciptakan potensi perputaran ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat setempat.
“Justru lokasi koperasi ini sangat strategis. Banyak karyawan perusahaan maupun masyarakat dari Kutai Timur dan Berau yang setiap hari melintas di kawasan ini. Kami optimistis koperasi akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” jelas Bakrie.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan bangunan koperasi dengan narasi “Kopdes dibangun di tengah hutan” beredar luas di berbagai platform media sosial. Rekaman tersebut kemudian dibagikan ulang oleh sejumlah akun tanpa disertai klarifikasi maupun verifikasi terhadap pihak pengurus dan pemerintah desa.
Pengurus koperasi berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial serta mengedepankan verifikasi sebelum menyimpulkan suatu peristiwa.
Mereka menegaskan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari program penguatan ekonomi desa yang telah dirancang melalui perencanaan pembangunan jangka panjang, sehingga lokasi yang dipilih memiliki pertimbangan strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Sangkulirang.
