Viral Curhatan Keluarga Napi Soal Dugaan Pungli di Lapas Bontang

Redaksi Radarkaltim
3 Min Read

BONTANG – Sebuah utas yang menuding terjadi praktik pungutan liar di lapas Klas IIA Bontang viral di media sosial sejak Selasa (14/7/2026) kemarin.

Pemilik akun thread indahayuwahyuni224 mengaku memiliki adik yang di penjara di lapas. Katanya, Ia bersama keluarga terpaksa memberikan uang kepada adiknya untuk membayar iuran. Mulai dari iuran tv dan penggunaan air. Bahkan menurutnya, tahanan juga kerap dimintai iuran untuk membiayai kegiatan yang tak ada kaitannya dengan aktivitas para napi.

“Saya mau komplain bapak. Apakah hidup di dalam penjara Bontang serba bayar? kenapa semua muanya dijadikan uang oleh oknum petugas lapas,” tulisnya.

Pemilik akun mengaku tak menuliskan identitas sang adik karena alasan keamanan. Dia berharap aspirasinya dapat didengar oleh Pemkot Bontang. Sebab keluhan ini sudah kerap disuarakan, dan banyak yang telah menjadi korban.

“Mohon tidak memalak kami terus menerus pak. Selama ini sudah banyak yang speak up tapi tidak pernah didengar. Semoga dibaca,” katanya.

Menanggapi utas tersebut, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) di Lapas Kelas IIA Bontang Arif Afandi mengatakan keluhan yang disampaikan masih bersifat umum. Karena tulisan tidak menyebutkan objek pungutan secara spesifik, begitu pun oknum yang dimaksud.

Baca Juga:  Pengajuan Izin Laboratorium Medis di Bontang Wajib Lengkapi Dokumen dan Standar Layanan

“Itu informasi yang belum teruji kebenarannya. Karena tidak ada objek laporan,” ucap Arif.

Kendati demikian, dia menegaskan akan tetap melakukan penelusuran. Bahkan ia meminta masyarakat yang menemukan pelanggaran untuk mengadu melalui hotline Whatsapp 082396895220.

“Laporkan segala bentuk informasi yang ada. Kami akan tindaklanjuti,” sambungnya.

Benarkan Ada Iuran Blok

Pihak Lapas Kelas IIA Bontang mengakui bahwa setiap napi diwajibkan membayar iuran blok hunian. Nilainya berkisar Rp25 – 30 ribu per bulan.

Uang itu dipakai untuk membeli peralatan kebersihan, peralatan mandi serta alat makan lainnya. Dana itu diakomodir oleh kepala blok hunian yang juga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kata dia, iuran blok hunian ini sudah berlangsung lama. Tepatnya sejak lapas mengalami over kapasitas. Idealnya lapas hanya diisi 350 orang. Namun kini sudah dihuni 1.800 WBP atau overload 300 persen.

“Anggaran kami kan terbatas mas. Jadi WBP iuran untuk kebutuhan mereka juga. Itu yang kelola mereka juga tidak ada yang ke sipir,” jelasnya. (Sumber: klikkaltim.com)

Share This Article