BONTANG – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di SMP Negeri 5 Bontang sempat menghadapi kendala teknis pada hari pertama ujian. Gangguan jaringan internet yang tidak stabil menyebabkan beberapa siswa mengalami hambatan saat mengerjakan soal berbasis komputer.
Ketua Panitia TKA SMP Negeri 5 Bontang, Sari Indrawati, mengatakan kendala tersebut langsung ditangani oleh panitia agar pelaksanaan ujian tetap berjalan lancar. Sejumlah perangkat yang mengalami gangguan segera diganti sehingga peserta dapat melanjutkan ujian tanpa kehilangan kesempatan.
“Masalah yang muncul langsung kami tangani di lokasi. Perangkat yang bermasalah segera diganti agar siswa tetap bisa menyelesaikan ujian,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, sekolah juga menyiapkan laptop milik guru sebagai perangkat cadangan. Strategi ini terbukti efektif untuk mengatasi kendala yang muncul pada komputer utama maupun saat jaringan mengalami gangguan.
Gangguan teknis tersebut tercatat berdampak pada dua peserta saat mengikuti ujian Matematika. Namun panitia memastikan seluruh kejadian telah dituangkan dalam berita acara sebagai bahan evaluasi pelaksanaan TKA ke depan.
Untuk menjaga prinsip keadilan, sekolah memberikan penyesuaian waktu kepada siswa yang terdampak gangguan teknis. Kebijakan tersebut dilakukan agar hasil ujian tetap mencerminkan kemampuan akademik peserta secara objektif.
Beruntung, setelah dilakukan perbaikan dan penyesuaian sistem, pelaksanaan TKA pada hari kedua berlangsung lebih lancar tanpa kendala berarti.
Kondisi ini menunjukkan kesiapan SMP Negeri 5 Bontang dalam menghadapi tantangan ujian berbasis digital. Di tengah keterbatasan fasilitas, pemanfaatan laptop guru sebagai perangkat cadangan menjadi solusi efektif untuk menjaga kelancaran pelaksanaan ujian dan memastikan seluruh siswa dapat mengikuti TKA dengan baik.
