BONTANG – SMP Negeri 7 Bontang menerapkan sistem kokurikuler tematik dalam Kurikulum Merdeka dengan pembagian dua tema dalam setahun. Skema ini dirancang untuk memperkuat pembelajaran kolaboratif lintas mata pelajaran.
Kepala SMP Negeri 7 Bontang, Norhayati, menjelaskan setiap tema kokurikuler dijalankan selama satu semester agar pembelajaran lebih fokus dan mendalam.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan kokurikuler melibatkan kolaborasi berbagai mata pelajaran dalam satu tema yang sama. Misalnya pada tema sampah, guru IPA, IPS, Bahasa Indonesia, hingga matematika terlibat dengan peran masing-masing.
Guru IPA membahas aspek lingkungan, IPS mengarah pada ekonomi kreatif, sementara matematika digunakan untuk menghitung data produksi sampah.
“Dalam satu tema ada kolaborasi antar guru, tapi tetap dengan tujuan pembelajaran masing-masing,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, pembagian dua tema dalam setahun membuat siswa memiliki waktu yang cukup untuk memahami materi secara menyeluruh tanpa terburu-buru.
Model ini mulai diterapkan sejak diberlakukannya Kurikulum Merdeka dan menjadi pengembangan dari pembelajaran berbasis proyek yang sudah ada sebelumnya.
Dengan sistem tersebut, SMP Negeri 7 Bontang berharap proses belajar menjadi lebih terarah, kontekstual, dan mampu meningkatkan pemahaman siswa secara menyeluruh.
