Samarinda Perpanjang Tanggap Darurat Kekeringan, Krisis Air dan Karhutla Masih Mengancam

Redaksi Wy
2 Min Read

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda memperpanjang status tanggap darurat kekeringan selama 14 hari. Perpanjangan tersebut berlaku mulai 8 hingga 21 September 2026.

Keputusan ini diambil karena kondisi kekeringan masih berdampak terhadap kebutuhan air masyarakat, sektor pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Samarinda.

Perpanjangan status tanggap darurat tersebut ditetapkan melalui Keputusan Wali Kota Samarinda Nomor 300.2.3/259/HK-KS/IX/2026.

Pemerintah Kota Samarinda mempertimbangkan sejumlah kondisi sebelum memperpanjang status tersebut. Salah satunya adalah krisis air yang masih berlangsung sehingga kebutuhan distribusi air bersih di masyarakat masih cukup tinggi.

Selain itu, sumber-sumber air alami juga mengalami penurunan akibat kondisi kemarau. Dampaknya turut dirasakan sektor pertanian, dengan sejumlah lahan dan kelompok tani terdampak kekeringan.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Samarinda, sebanyak 654,5 hektare lahan pertanian tercatat terdampak kekeringan. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap 78 kelompok tani di wilayah Samarinda.

Tak hanya persoalan ketersediaan air, ancaman karhutla masih menjadi perhatian pemerintah. Hingga periode pendataan tersebut, luas area yang terbakar akibat karhutla mencapai 275,21 hektare, dengan lebih dari 152 kejadian.

Baca Juga:  5 Fakta Batu Bara 50.000 Ton 'Tak Bertuan' di Kutai Kartanegara Disita Negara

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah masih membutuhkan waktu tambahan untuk melakukan penanganan terhadap dampak kekeringan dan mengantisipasi risiko bencana yang ditimbulkan.

Selama masa perpanjangan tanggap darurat, penanganan kebutuhan air masyarakat serta langkah mitigasi terhadap dampak kekeringan dan karhutla menjadi bagian penting yang harus terus dilakukan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau masih berlangsung.

Share This Article