BONTANG – Layanan Rehabilitasi Medik RSUD Taman Husada Bontang didukung delapan tenaga kesehatan yang menangani pasien dengan beragam kebutuhan terapi, termasuk kasus kompleks yang dirujuk dari fasilitas kesehatan lainnya.
Komposisi petugas tersebut terdiri dari lima fisioterapis, satu terapis wicara, satu terapis okupasi, serta satu dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi.
Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RSUD Taman Husada Bontang, Rahmawaty Dian menyampaikan, ketersediaan tenaga dan fasilitas yang relatif lengkap membuat RSUD menjadi salah satu tujuan rujukan untuk pasien dengan kasus yang membutuhkan penanganan lebih kompleks.
“Kasus-kasus yang kompleks kalau saya temui di rumah sakit lain, saya rujuk ke sini. Karena secara fasilitas, sarana, dan petugas juga paling lengkap di sini,” ungkapnya, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, masing-masing tenaga memiliki peran dalam mendukung proses rehabilitasi pasien. Fisioterapis menangani terapi fisik, sementara terapi okupasi dan terapi wicara diberikan sesuai kebutuhan dan kondisi pasien.
“Fisioterapi ada lima orang, terapi okupasi satu, terapi wicara satu, dan dokter rehabilitasi satu,” tambahnya.
Selain didukung tenaga kesehatan, kata dia, layanan Rehabilitasi Medik RSUD Taman Husada Bontang juga memiliki beragam peralatan terapi.
Meski masih terdapat sejumlah alat yang belum tersedia, menurutnya sebagian besar kebutuhan penanganan pasien telah dapat didukung oleh fasilitas yang ada.
“Untuk alat rehabilitasi memang masih ada yang belum kami miliki, tetapi sebagian besar sudah ada,” terangnya.
Seiring meningkatnya jumlah kunjungan pasien, pengembangan layanan menjadi salah satu kebutuhan ke depan. Terlebih, RSUD Taman Husada Bontang berperan sebagai rumah sakit daerah sekaligus salah satu pusat rujukan untuk berbagai kasus rehabilitasi.
“Memang pasien terus meningkat. Harapannya ke depan bisa lebih berkembang, karena kami memang pusat rujukan. Semua kasus ada, termasuk kasus-kasus berat yang dirujuk ke sini,” jelasnya.
Pun keberadaan fasilitas dan variasi peralatan yang tersedia, juga menjadi pendukung dalam memberikan layanan bagi pasien yang membutuhkan terapi lanjutan.
“Alat-alat kami juga bervariasi. Yang di rumah sakit lain mungkin belum ada, di sini ada,” tutup Dokter Dian.
