Puskesmas Samarinda dan Balikpapan Disiagakan, Kasus ISPA Jadi Perhatian

Redaksi Wy
3 Min Read
SAMARINDA – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) menyiagakan jaringan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kota Samarinda dan Balikpapan untuk mengantisipasi tingginya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Langkah ini dilakukan di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

Berdasarkan data Dinkes Kaltim yang dihimpun hingga 16 Oktober 2026, akumulasi kasus ISPA di Kota Balikpapan mencapai 91.895 kasus. Sementara itu, Kota Samarinda mencatat 65.982 kasus.

Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak, mengatakan kesiapsiagaan puskesmas bertujuan mempercepat deteksi dini dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Menurutnya, tingginya temuan kasus pernapasan di kawasan perkotaan menjadi perhatian pemerintah, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk dan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Untuk mendukung pelayanan, Dinkes Kaltim memastikan ketersediaan obat-obatan, tabung oksigen, serta alat pelindung diri di unit puskesmas Samarinda dan Balikpapan.

Selain menyiapkan logistik medis, pemerintah juga memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan tim surveilans untuk memantau perkembangan penyakit secara berkala hingga tingkat kelurahan.

Baca Juga:  Padahal Dapat Kompor Jargas Gratis, Warga Api-Api Dimintai Biaya Ongkir Rp 50 Ribu

Upaya tersebut diharapkan membantu petugas mendeteksi gejala lebih awal sekaligus memastikan masyarakat memperoleh penanganan medis sesuai kebutuhan.

Dinkes Kaltim juga meminta tenaga kesehatan memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama balita dan lanjut usia (lansia).

Kedua kelompok tersebut perlu mendapat perlindungan lebih karena gangguan pernapasan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang lebih serius, khususnya ketika kondisi lingkungan tidak mendukung.

Di tengah ancaman karhutla dan penurunan kualitas udara, masyarakat diminta mengurangi paparan asap serta menjaga kesehatan saluran pernapasan.

Warga disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker yang sesuai juga perlu diperhatikan.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Warga yang mengalami keluhan seperti batuk, demam, atau sesak napas diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Dinkes Kaltim menegaskan bahwa kesiapsiagaan layanan kesehatan menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat di tengah kondisi lingkungan yang perlu diwaspadai.

Baca Juga:  Usai HUT RI, Kaltim Masuk Fase Waspada Karhutla, Ini Wilayah yang Perlu Diantisipasi

Pemantauan perkembangan kasus dan kecukupan logistik medis juga perlu terus dilakukan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal di Samarinda dan Balikpapan.

Share This Article